Anders Breivik mungkin gila

Anders Behring Breivik mengenakan seragam militer dalam video yang beredar di youtube.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Breivik kini menjalani penahanan di sel isolasi dengan pengawalan ekstraketat

Pengacara Anders Behring Breivik, yang mengaku melakukan pembunuhan massal di Norwegia hari Jumat, mengatakan kliennya mungkin gila.

Namun, dia menambahkan terlalu dini untuk menyatakan apakah Breivik akan mengaku sakit jiwa.

Serangan bom di Oslo dan penembakan membabi-buta di pulau di dekatnya menelan 76 korban jiwa.

Atas kedua serangan, Breivik dijerat dengan pasal tindak terorisme.

Polisi tengah mempertimbangkan untuk juga mendakwa dia dengan kejahatan terhadap kemanusiaan, yang bisa diancam dengan hukuman penjara maksium 30 tahun, kata jaksa.

Pengacara Breivik, Geir Lippestad, mengatakan kepada wartawan, : "Keseluruhan perkara ini menunjukan dia gila."

Dia mengatakan kliennya yakin dia berada dalam peperangan dan dia akan dinyatakan tidak bersalah dalam masa 60 tahun ke depan.

Pemeriksaan medis

Pemeriksaan medis akan dilakukan untuk menyimpulkan kondisi kejiwaan Breveik, tambah Lippestad.

Menurut Lippestad, Breivik telah menyatakan dia bagian dari jaringan anti-Islam yang memiliki dua sel di Norwegia dan beberapa sel lain di luar Norwegia.

Polisi Norwegia dan peneliti meragukan pengakuan Breivik tersebut, tapi mengatakan mereka menyelidikinya.

Lippestad juga mengatakan kliennya telah mengkonsumsi "suatu jenis obat terlarang" sebelum melakukan tindak kejahatan hari Jumat.

Sebelumnya, jaksa Christian Hatlo mengatakan aparat Norwegia mungkin menjerat orang yang mengaku membunuh 76 orang dalam serangan hari Jumat dengan dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam perkembangan lain, menteri kehakiman Norwegia memuji prestasi ''fantastis'' aparat kepolisian negaranya.

''Saya berkesempatan untuk mengucapkan terimakasih kepada polisi di Oslo dan distrik-distrik lain dan aparat lain,'' kata Menteri Kehakiman Knut Storberget kepada wartawan setelah mengadakan pembicaraan dengan kepala kepolisian Oslo.

Pujian disampaikan meski ada kritik di media bahwa petugas keamanan terlalu lamban menangapi insiden penembakan di pulau Utoeya, tempat sebagian besar korban meninggal dalam serangan pasca ledakan bom di ibukota.