'Krisis nasional' pemenjaraan Aborigin Australia

Jumlah laki-laki dewasa Aborigin yang dipenjara naik 55% dalam 10 tahun terakhir

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Jumlah laki-laki dewasa Aborigin yang dipenjara naik 55% dalam 10 tahun terakhir

Australia menghadapi 'krisis nasional' terkait jumlah warga Aborigin negara itu yang dipenjara, demikian menurut sebuah laporan komisi parlemen Australia.

Laporan tersebut menyebutkan seperempat narapidana di Australia adalah penduduk asli Aborigin, walaupun jumlahnya hanya 2,5% dari seluruh penduduk Australia.

Di sejumlah lapas anak, jumlahnya hampir mencapai 60%.

Para pejabat Autralia mengatakan kondisi tempat tinggal yang miskin, gangguan jiwa dan kecanduan alkohol dan narkoba memberi kontribusi besar bagi masalah itu, dan menyerukan agar dilakukan pendekatan kreatif.

Jaksa Agung Australia Robert McClelland mengatakan statistik itu mencemaskan.

"Terjadi peningkatan tren pelanggaran undang-undang dan ketertiban, yang pada umumnya diterima oleh komunitas [Aborigin], terutama terkait kejahatan dengan kekerasan," katanya.

"Tetapi menurut saya memenjarakan orang karena tidak membayar denda atau melanggar lalu lintas di tempat masyarakat Aborigin hidup dalam komunitas terpencil hampir tidak bisa mendapatkan surat izin mengemudi, benar-benar terlalu jauh mengikuti filosofi tersebut."

Laporan itu mengatakan anak muda Aborigin 28 kali lipat lebih mungkin dikirim ke lapas anak dibandingkan anak muda etnik lainnya di Australia.

Jumlah laki-laki dewasa Aborigin yang dipenjara meningkat 55% dalam 10 tahun terakhir, kata laporan itu.

Laporan tersebut menyebut angka statistik itu memalukan dan sebuah tragedi nasional.