Tenaga kerja Filipina batal dipancung di Arab

TKW Filipina

Sumber gambar, m

Keterangan gambar, 10 persen warga Filipina mengadu nasib menjadi tenaga kerja di luar negeri

Pemerintah Filipina mengatakan raja Arab Saudi menyetujui permintaan maaf seorang warganya yang dikenai hukuman mati akibat menyelundupkan narkoba.

Juru bicara Kementerian Luar Negei Filipina Eduardo Malaya mengatakan seorang warga Filipina itu semestinya mendapat hukuman pancung setelah otoritas Saudi menyita sebuah paket yang dikirimkan kepadanya dan berisi narkoba jenis methamphetamine.

Lelaki itu kini telah dibebaskan pada hari Minggu kemarin dan kembali ke Manila dan identitasnya dirahasiakan.

Lelaki Filipina ini menjadi warga Filipina ketiga dalam beberapa bulan terakhir yang hukum mati di Arab Saudi dan dibebaskan setelah pemerintah Filipina turun tangan.

Filipina yang di negaranya sendiri tidak memiliki hukuman mati, bisa disebut sebagai negara yang beberapa kali sukses melindungi warga negaranya yang menjadi tenaga kerja asing di negara lain.

Masalah tenaga kerja yang dikirim ke negara asing selama ini memang menjadi isu yang sensitif di Filipina, yang memiliki 10% dari 94 juta warganya yang mencoba mengadu nasib menjadi tenaga kerja ke luar negeri demi meningkatkan taraf hidup dan mengurangi pengangguran dalam negeri.

Tetapi, Filipina juga pernah gagal di Cina setelah tiga orang warganya di eksekusi mati bulan lalu karena menyelundupkan narkoba ke Cina.