Pemerintah Jepang waspada radiasi

Pemeriksaan radiasi

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi radiasi nuklir pada penduduk Jepang

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengatakan pemerintah dalam kondisi waspada terhadap kerusakan reaktor nuklir Fukushima.

Pejabat mengatakan plutonium terdeteksi dalam tanah di fasilitas nuklir dan air dengan kadar radioaktif yang tinggi mengalir dari reaktor yang bocor.

Kan mengatakan kepada Parlemen, situasi tidak dapat diperkirakan dan pemerintah memegang kendali secara penuh dalam kondisi darurat.

Koresponden BBC mengatakan pemerintah Jepang telah dituduh ragu-ragu dan terlambat.

Sebelumnya diberitakan tingkat radiasi di air dekat reaktor 2 berada pada tingkat 1.000 millisieverts dalam satu jam.

"Itu angka yang amat tinggi," kata Hidehiko Nishiyama, juru bicara badan pengawas tenaga atom Jepang.

Tingginya tingkat radiasi itu membuat para petugas darurat di sekitar air yang terkontaminasi akan mendapatkan empat kali dosis anti radiasi tahunan dalam waktu satu jam.

Para petugas juga mulai menggunakan air tawar untuk mendinginkan reaktor dan bukan air laut karena ada kekhawatiran air laut akan membuat peralatan lebih cepat berkarat.

Badan tenaga atom PBB, IAEA, sudah memperingatkan bahwa krisis di reaktor Fukushima ini bisa berlangsung selama beberapa bulan.

Bagaimanapun ada kabar baiknya: pemerintah di Tokyo mengatakan radiasi di udara lepas di sekitar reaktor sudah berkurang sehingga zona tertutup tidak perlu diperluas.

Dampak bagi petani

Para petani yang memiliki lahan di Fukushima menghadapi larangan dari berbagai negara, akibat kekhawatiran makanan asal wilayah itu mengandung radiasi.

Tadayoshi Tsugeno, yang bertani di Nihonmatsu, Fukushima mulai menanam sayuran.

"Ini merupakan waktu yang tepat untuk menanam, tetapi kami tidak mengetahui bagaimana menjual sayuran ini kepada konsumen," kata petani berusia 59 tahun ini kepada AFP.

Akibat larangan untuk mengkonsumsi makanan dari wilayah Fukushima, Organisasi Petani Jepang menginginkan agar adanya kompensasi bagi petani.

Selama ini Jepang memasok makanan yang dikenal memilki kualitas dan keamanan pangan yang aman bagi kesehatan.

Tetapi bencana tsunami dan gempa yang merusak sistem pendingin di reaktor nuklir di Fukushima dua pekan lalu, menurunkan reputasi Jepang tentang keamanan makanan.

Produk pertanian dan peternakan terkontaminasi zat radioaktif dari reaktor nuklir, menyebabkan larangan pengiriman makanan asal Jepang ke AS, negara Uni Eropa, Cina dan negara lainnya.

Akhir pekan lalu, Singapura memperpanjang larangannya, dan menghentikan sementara impr buah dan sayuran dari wilayah Kanto.

Tingkat radiasi diatas normal juga terdeteksi di Tokyo pada pekan lalu, terutama di air keran di kota yang berjarak sekitar 250 km dari reaktor nuklir. Kondisi itu menyebabkan pemerintah melarang memberikan air keran kepada bayi ketika membuat susu formula.

Kekhawatiran akan radiasi dari reaktor nuklir masih terjadi, setelah bencana gempa dan tsunami yang menewaskan 10.000 orang dan 17.000 hilang terjadi di Jepang.