Cina batasi kunjungan ke Tibet

Pemerintah Cina membatasi kunjungan orang asing ke Tibet menjelang ulang tahun ketiga kerusuhan di wilayah itu.
Pejabat tertinggi Cina untuk Tibet mengatakan pembatasan kunjungan orang asing itu dilakukan atas alasan keselamatan karena cuaca dingin dan keadaan yang terlalu ramai.
Pada bulan Maret 2008, Tibet mengalami kerusuhan terparah selama 20 tahun terakhir yang menyebar dari Lhasa ke kota-kota di Cina Barat.
Pemerintah Cina mengatakan 18 orang tewas dalam kerusuhan itu, tetapi organisasi-organisasi hak asasi manusia Tibet mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 140 orang.
Pemerintah Cina memadamkan kerusuhan itu dengan mengerahkan tentara dan menuduh para pendukung Dalai Lama sebagai biang keladi kerusuhan.
Warga asing memerlukan izin khusus untuk mengunjungi Tibet dan biro-biro perjalanan mengatakan mereka diperintahkan agar tidak menerima permintaan tamu asing menjelang peringatan tiga tahun kerusuhan di wilayah itu.
Izin bagi wartawan asing untuk meliput di Tibet juga dibatasi sehingga sulit untuk memastikan kebenaran laporan-laporan dari wilayah itu.
Dalai Lama
Pemimpin pemerintah Tibet di pengasingan Dalai Lama mengatakan dia menuntut otonomi yang benar-benar bermakna bagi wilayahnya, tetapi tidak menuntut kemerdekaan dari Cina.
Dia menuduh pemerintah Cina melakukan genosida budaya Tibet dengan mendatangkan orang-orang etnik Han, serta melunturkan bahasa serta agama rakyat Tibet.
Dalai Lama memimpin pemerintahnya dari kota Dharamsala di India sejak dia melarikan diri dari Tibet pada tahun 1959 setelah terjadi pemberontakan anti-Cina.









