Uang kompensasi Teluk Meksiko

Gulf of Mexico

Orang yang bertanggungjawab mengelola dana $20 miliar AS kompensasi tumpahan minyak Teluk Meksiko mengatakan ia bertekad untuk membayarkan uang itu secepatnya.

Kenneth Feinberg mengatakan Presiden Barack Obama menginginkan ''uang kompensasi itu harus dibayarkan, dan dibayarkan secepatnya.''

Ia juga mengatakan akan berada dipihak yang meminta kompensasi dalam hal melakukan penilaian tuntutan kompensasi dari nelayan maupun pengusaha.

Di bawah tekanan Obama, BP bersedia menyediakan dana tersebut setelah anjungan minyak mereka meledak, tenggelam dan menewaskan 11 orang pada bulan April.

Feinberg yang juga mengelola dana kompensasi untuk serangan 11 September 2001 mengatakan segala sesuatunya harus dilakukan dengan transparan agar orang mengerti status tuntutan mereka.

''Saya berada di sana minggu lalu. Saya akan berada di sana besok. Kita harus mempercepat proses kompensasi seperti yang diperintahkan presiden.''

Feinberg menambahkan bahwa individu maupun perusahaan yang terkena dampak tumpahan minyak bisa meminta kompensasi karena kehilangan keuntungan, gaji, sakit yang terkait dengan tumpahan minyak itu bahkan kematian.

Pernyataannya ini keluar setelah BP mengatakan biaya untuk penanggulangan tumpahan minyak dan kompensasi naik menjadi $2 miliar AS, termasuk $105 juta AS untuk membayar kompensasi 32.000 orang.

Peralatan bocor

Obama
Keterangan gambar, Presiden Obama tekan BP untuk bayar kompensasi

Sementara itu seorang pekerja di anjungan Deepwater Horizon mengatakan kepada BBC bahwa ia telah mengetahui adanya kebocoran di peralatan keamanan anjungan beberapa minggu sebelum kecelakaan terjadi.

Tyrone Benton mengatakan kebocoran itu tidak diperbaiki melainkan dimatikan dan kemudian dipergunakan alat kedua.

''Kami melaporkannya kepada perusahaan,'' kata Benton.

''Ada ruang kontrol yang bisa mematikan dan menghidupkan peralatan ini, sehingga kalau yang satu rusak yang lainnya dihidupkan agar produksi tidak harus berhenti.''

Benton mengatakan atasannya kemudian mengirim email kepada BP dan Transocean yang menjadi pemilik anjungan itu, mengenai kebocoran yang ada.

Ia mengatakan tidak tahu apakah peralatan yang rusak itu sudah diperbaiki atau belum atau dipergunakan kembali ketika kecelakaan terjadi.