India: Guru perintahkan para siswa menampar siswa Muslim, picu intoleransi agama

file photo of India school

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Insiden itu terjadi di suatu sekolah swasta di negara bagian Uttar Pradesh

Polisi di India sedang menyelidiki vídeo yang memperlihatkan seorang guru sekolah memerintahkan para siswanya untuk menampar teman sekelas mereka yang beragama Islam.

Siswa laki-laki itu terekam menangis saat dirinya ditampar oleh teman-temannya. Ia mendapat perlakuan itu diduga karena tabel perkaliannya salah.

"Mengapa kamu memukulnya begitu ringan? Pukul dia dengan keras," terdengar suara guru menyuruh para siswanya, sementara bocah laki-laki itu berdiri sambil menangis.

Video itu menjadi viral di media sosial, memicu keprihatinan dan kecaman luas.

Pemimipin oposisi India Rahul Gandhi menyalahkan pemerintah karena memicu intoleransi beragama.

Insiden itu terjadi pada Kamis (24/08) si sekolah swasta di Uttar Pradesh, sebuah negara bagian utara.

Pihak berwenang di India mengonfirmasi video tersebut adalah vídeo asli dan mengatakan mereka akan mengambil tindakan.

Ayah korban melaporkan insiden yang terjadi pada putranya ke polisi di distrik Muzaffarnagar, namun dia tak mengajukan tuntutan.

Ia juga telah memindahkan putranya dari sekolah tersebut.

Baca juga:

Kelompok hak asasi manusia memperingatkan bahwa kejahatan rasial dan kekerasan terhadap minoritas Muslim di India terus meningkat sejak Perdana Menteri Narendra Modi menjabat pada tahun 2014.

Uttar Pradesh diperintah oleh partai berhaluan nasionalis Hindu, Partai Bharatiya Janata (BJP), sejak 2017.

Pemimipin oposisi India Rahul Gandh menuding partai itu berkontribusi terhadap ketegangan agama yang dirasakan di seluruh India.

"Menabur racun diskriminasi di benak anak-anak yang tidak bersalah, mengubah tempat suci seperti sekolah menjadi pasar kebencian," tulisnya di platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter.

"Ini adalah minyak tanah yang sama yang disebarkan oleh BJP yang telah membakar seluruh penjuru India."

Pada bulan Juni saat berkunjung ke AS, Modi mengatakan kepada wartawan bahwa "sama sekali tidak ada ruang untuk diskriminasi" di India.