Ratu Elizabeth II dimakamkan di Kastil Windsor dalam prosesi akbar yang dimulai di Westminster Abbey

Sumber gambar, PA Media
Ratu Elizabeth II telah dimakamkan di Kastil Windsor pada Senin (19/09/2022) malam waktu setempat, dalam prosesi akbar sejak pagi yang dihadiri tak kurang dari 500 tamu kehormatan dan disiarkan melalui televisi ke seluruh dunia.
Jenazahnya ditempatkan di peristirahatan terakhir di Kapel Memorial Raja George VI, yang terletak di dalam Kapel St George's, di kompleks kastil.
Di kapel dimakamkan pula sang suami, Pangeran Philip, yang meninggal dunia pada 9 April 2021.
Juga ada makam orang tua dan saudara perempuan Ratu.
Upacara pemakaman Ratu di Kapel Memorial Raja George VI berlangsung tertutup dan hanya dihadiri oleh keluarga inti kerajaan.
Kastil Windsor, sekitar 35 kilometer di barat Kota London, dikenal sebagai kediaman kerajaan selama hampir 1.000 tahun.

Sumber gambar, PA Media
Kastil ini memiliki makna penting dalam kehidupan Ratu. Saat remaja, ia banyak menghabiskan waktu di sini karena London menghadapi ancaman pengeboman selama peraang dunia.
Saat pandemi, Kastil Windsor praktis menjadi rumah bagi Ratu.
Kapel St George's Chapel adalah gereja yang sering dipilih oleh keluarga kerajaan untuk acara pernikahan, pembaptisan, dan pemakaman.
Di sinilah Duke dan Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan Meghan, melangsungkan pernikahan pada 2018.
Di sini pula prosesi pemakaman suami Ratu digelar pada 2021.
Baca juga:
Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada usia 96 tahun di Balmoral, Skotlandia pada 8 September 2022.
Ia adalah bangsawan dengan kekuasaan paling lama, 70 tahun, dalam sejarah kerajaan Inggris.
Ia menjadi Ratu pada 1952 menyusul kematian sang ayah, Raja George VI.

Sumber gambar, Reuters
Prosesi di Windsor
Pemakaman di Kapel Memorial Raja George VI menjadi akhir dari rangkaian panjang yang dimulai sejak Senin pagi.
Pemakamanan kenegaraan dilangsungkan di Westminster Abbey, yang dihadiri oleh 500 kepala negara dan tamu-tamu penting dari seluruh dunia.
Pada siangnya, jenazah Ratu dibawa dengan kereta meriam melewati Istana Buckingham. Prosesi berakhir di Wellington Arch sebelum jenazah ditempatkan di kendaraan untuk dibawa ke Windsor.
Saat jenazah meninggalkan London, di sepanjang rute, puluhan ribu warga dengan khidmat memberikan penghormatan, banyak di antaranya melempar tangkai-tangkai bunga mawar dan karangan bunga.

Sumber gambar, PA Media
Tak kurang dari 3.000 personel militer ambil bagian dalam prosesi ini.
Pada Senin sore, jenazah Ratu tiba di Windsor.
Peti jenazah dibawa melawati Long Walk, sebelum misa di Kapel St George's, di kompleks kastil.
Ketika prosesi di Kapel St George's mendekati akhir, mahkota, tongkat dan bola kerajaan -- simbol kekuasaan kerajaan -- yang berada di atas peti jenazah diambil dan ditempatkan di altar, sebelum peti jenazah Ratu diturunkan ke Royal Vault.
Mahkota, tongkat dan bola kerajaan ini diterima oleh Ratu saat penobatannya pada 1953.
Sebelum dibawa dengan mobil jenazah ke Windsor -- salah satu kediaman kerajaan yang paling sering dipakai Ratu -- dilangsungkan misa pemakaman di Westminster Abbey, gereja tempat mendiang menikah pada 1947 dan dinobatkan sebagai Ratu.

Sumber gambar, Getty Images
Tampak Presiden Joe Biden, Presiden Emmanuel Macron, PM Justin Trudeau dari Kanada, dan keluarga kerajaan dari Eropa, Asia, dan Timur Tengah.
Saat misa, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, mengatakan Ratu berhasil memenuhi janji mendedikasikan hidupnya untuk melayani rakyat Inggris dan Persemakmuran.
"Mendiang Ratu menyatakan dalam siaran yang bertepatan dengan ulang tahun kedua puluh satu, bahwa dia akan mencurahkan seluruh hidupnya untuk mengabdi negara dan Persemakmuran," kata Welby.
"Jarang janji seperti itu ditepati dengan baik. Tak banyak pemimpin yang menerima luapan cinta seperti [luapan cinta untuk Ratu] yang telah kita saksikan [sekarang]," tambahnya.

Sumber gambar, Getty Images
Sebelumnya, peti jenazah yang membawa Ratu dibawa dari Westminster Hall, yang menjadi tempat persemayaman dalam empat hari terakhir.
Jenazah Ratu dibawa dengan kereta meriam yang berusia 123 tahun.
Keluarga mendiang Ratu yang dipimpin Raja Charles III berjalan di belakang kereta tersebut.
Puluhan ribu orang menyaksikan prosesi, banyak di antara mereka yang datang pada pagi buta, bahkan pada malam harinya.

Acara kemudian berakhir dengan ibadah di Kastil Windsor, sekitar 35 kilometer di barat Kota London, yang dihadiri lingkaran dalam Keluarga Kerajaan Inggris.
Prosesi ini menjadi hari penuh haru sekaligus upacara penuh kemegahan yang belum terlihat lagi sejak pemakaman kenegaraan Winston Churchill, hampir 60 tahun silam.

Sumber gambar, Reuters
Berikut rangkaian proses sejak pagi hari ini:

Sumber gambar, Getty Images

Empat hari persemayaman di Westminster Hall yang berada di jantung Kota London berakhir pada pagi hari. Selama empat hari tersebut, ribuan orang telah mengantre untuk menyaksikan peti jenazah Ratu Ellizabeth II.

Hanya terpisah beberapa ratus meter, pintu Westminster Abbey dibuka bagi para tamu undangan untuk menghadiri ibadah pemakaman yang dimulai pukul 11.00 waktu setempat.

Sejumlah kepala negara dari berbagai belahan dunia telah tiba di London untuk menghadiri ibadah tersebut sekaligus mengenang kehidupan dan jasa-jasa sang Ratu. Para politisi senior dan mantan perdana menteri Inggris juga hadir.
Para anggota keluarga kerajaan dari beragam negara di Eropa, yang sebagian punya pertalian darah dengan Ratu Elizabeth II, berada dalam daftar undangan. Mulai dari Raja Philippe dan Ratu Mathilde dari Belgia, sampai Raja Felipe dan Ratu Letizia dari Spanyol.

Sumber gambar, Reuters
Saat ini, para pemimpin negara dari seluruh dunia telah hadir.
Presiden Prancis Emmanuel Macron terlihat berhenti sejenak di selasar, seperti mencari wajah-wajah familiar. Presiden AS Joe Biden masuk bergandengan tangan dengan istrinya Jill Biden
Para pemimpin negara-negara Persemakmuran juga telah tiba - Presiden Kanada Justin Trudeau di antaranya.
Juga telah tiba di lokasi prosesi adalah Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern - yang pada Minggu (18/09) lalu berkata kepada BBC "tak masalah" bila harus naik bus umum di hari ini.

Bagian dari upacara dimulai dengan pengangkatan peti jenazah Ratu Elizabeth II dari catafalque—tempat persemayamannya sejak Rabu (14/09) sore. Peti kemudian dibawa ke Westminster Abbey untuk ibadah pemakaman.

Peti jenazah dibawa menggunakan Kereta Meriam Kerajaan yang ditarik 142 kelasi. Kereta itu terakhir kali dilihat pada 1979 untuk pemakaman paman Pangeran Philip, Lord Mountbatten, dan pernah juga digunakan untuk pemakaman ayahanda sang Ratu, George VI pada 1952.

Para anggota senior Keluarga Kerajaan, termasuk Raja Charles III dan kedua putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry, berjalan mengikuti kereta meriam.
Terompet dan drum yang dibunyikan resimen Skotlandia dan Irlandia memimpin upacara. Para personel Angkatan Udara dan Gurkha turut mengawal peti jenazah.
Rute itu akan dijaga pasukan Angkatan Laut dan Marinir. Adapun pasukan pengawal khusus yang terdiri dari tiga matra Angkatan Bersenjata akan berjaga di Alun-alun parlemen.

Ibadah pemakaman Ratu di Westminster Abbey diperkirakan dihadiri 2.000 tamu.
Ibadah tersebut dinamai pemakaman kenegaraan karena khusus diadakan untuk para raja dan ratu dengan protokol ketat, yang mencakup prosesi militer dan persemayaman.
Westminster Abbey adalah gereja bersejarah karena di gereja itulah para raja dan ratu Inggris dinobatkan, termasuk ketika Ratu Elizabeth II dinobatkan pada 1953. Di lokasi itu pula Ratu Elizabeth II—yang saat itu masih menyandang gelar Putri Elizabeth—menikah dengan Pangeran Philip pada 1947.

Belum pernah ada ibadah pemakaman raja atau ratu di Westminster Abbey sejak abad ke-18—meski ibadah pemakaman Ibu Suri digelar di sana pada 2002.
Ibadah pemakaman Ratu Elizabeth II dipimpin Pendeta David Hoyle. Adapun Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, menyampaikan khotbah. Perdana Menteri Liz Truss membacakan ayat dalam Alkitab.

Menjelang akhir ibadah pemakaman, terompet pendek dibunyikan yang diikuti dengan mengheningkan cipta selama dua menit.
Lagu kebangsaan Inggris lantas dilantunkan dan ibadah di Westminster Abbey pun rampung.

Setelah ibadah, peti jenazah Ratu dibawa dalam prosesi berjalan kaki dari Westminster Abbey ke Wellington Arch di Hyde Park, London.
Perjalanan yang bergerak lambat melalui sejumlah ruas jalan di Kota London diiringi bunyi lonceng Big Ben setiap satu menit. Tembakan penghormatan juga dilepaskan setiap menit dari Hyde Park.
Khalayak umum bisa menyaksikan prosesi ini di tempat-tempat yang sudah disediakan di sepanjang rute.

Prosesi yang dipimpin Pasukan Polisi Berkuda Kanada dibagi ke dalam tujuh kelompok, dengan band masing-masing. Personel militer Inggris dan negara-negara persemakmuran, polisi, dan anggota Layanan Kesehatan Inggris turut dilibatkan.
Seperti prosesi sebelumnya, Raja Charles memimpin anggota Keluarga Kerajaan untuk berjalan di belakan Kereta Meriam yang membawa peti jenazah Ratu.
Camilla, permaisuri Raja, Princess of Wales, Countess of Wessex, dan Duchess of Sussex mengikuti prosesi di dalam mobil.
Setibanya di Wellington Arch, sekitar pukul 13:00, peti jenazah dialihkan ke Kereta Jenazah Kerajaan untuk dibawa ke Kastil Windsor.
Kastil Windsor, yang pernah dijadikan sebagai kediaman 40 raja dan ratu sepanjang hampir 1.000 tahun, punya makna khusus bagi mendiang Ratu Elizabeth II.
Saat masih remaja dan Perang Dunia II meletus, ia dikirim ke kastil tersebut karena terdapat ancaman pengeboman di London. Kastil itu juga menjadi huniannya ketika pandemi Covid-19 merajalela.

Mobil jenazah tiba di Long Walk untuk mengikuti prosesi khusus. Jalan sepanjang lima kilometer itu dijaga oleh para personel Angkatan Bersenjata.
Khalayak umum diizinkan memasuki Long Walk untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Raja Charles III dan para anggota senior Keluarga Kerajaan bergabung di bagian Quadrangle.

Lonceng Sebastopol dan Curfew di Kastil Windsor berbunyi setiap menit dan tembakan penghormatan dilepaskan di area kastil.


Peti jenazah memasuki Kapel St George untuk ibadah pemakaman khusus.
Kastil St George adalah gereja yang secara rutin dipilih Keluarga Kerajaan untuk pernikahan, pembaptisan, dan pemakaman. Di sanalah, Duke dan Duchess of Sussex, Pangeran Harry dan Meghan, menikah pada 2018.
Di lokasi itu pula, pemakaman Pangeran Philip diadakan.

Ibadah dihadiri oleh jemaat yang lebih kecil dan lebih pribadi yang terdiri dari sekitar 800 tamu. Ibadah itu dipimpin oleh Pendeta David Conner, dengan restu Uskup Agung Canterbury Justin Welby.
Ibadah tersebut melangsungkan beragam tradisi yang melambangkan akhir dari pemerintahan Ratu.
Misalnya, Mahkota Kerajaan, Bola, dan Tongkat Kerajaan dipindahkan dari bagian atas peti mati oleh Crown Jeweller sehingga memisahkan Ratu dari mahkotanya untuk terakhir kalinya.


Pada bagian akhir himne penutup, Raja menempatkan panji-panji Pengawal Grenadier di peti jenazah. Pengawal Grenadier adalah pasukan pengawal paling senior yang menjalankan tugas seremonial untuk raja.
Pada saat yang sama, Lord Chamberlain, mantan kepala MI5 Baron Parker, akan "mematahkan" tongkatnya dan meletakkannya di peti mati. Pengangkatan tongkat putih ini menandakan akhir pengabdian sebagai pejabat paling senior di rumah tangga kerajaan.
Peti jenazah Ratu kemudian diturunkan ke rubanah kerajaan dan musisi kerajaan akan melantunkan God Save the King.
Pertunjukan musik di Kastil Windsor adalah sesuatu yang secara pribadi diminta oleh Ratu, kata Istana Buckingham.

Ibadah pemakaman berakhir, Raja dan para anggota Keluarga Kerajaan meninggalkan kapel.

Malamnya, saat ibadah yang diselenggarakan oleh lingkaran dalam Keluarga Kerajaan, Ratu Elizabeth II dimakamkan bersama mendiang suaminya, Pangeran Philip, di kapel Raja George VI yang berlokasi di dalam Kapel St George.
Nisan yang sudah disiapkan diukir dengan tulisan ELIZABETH II 1926-2022.














