Chelsea akhirnya dibeli konsorsium bisnis setelah Abramovich kena sanksi Inggris

Sumber gambar, Getty Images
Pemerintah Inggris telah menyetujui akuisisi klub sepak bola Chelsea oleh konsorsium yang dipimpin oleh salah satu pemilik tim bisbol LA Dodgers, Todd Boehly, seharga 4,25 miliar poundsterling (Rp77,9 triliun).
Klub London itu dijual pada bulan Maret sebelum pemiliknya, Roman Abramovich, dikenai sanksi karena hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pada hari Selasa (24/05), Liga Primer mengatakan konsorsium tersebut telah lolos uji pemilik dan direktur (owners' and directors' test).
Selama ini, Chelsea beroperasi di bawah lisensi pemerintah khusus yang kedaluwarsa pada tanggal 31 Mei.
Baca juga:
"Tengah malam tadi pemerintah Inggris sampai pada posisi di mana kami dapat mengeluarkan lisensi yang mengizinkan penjualan Chelsea," kata juru bicara pemerintah dalam sebuah pernyataan pers, Rabu (25/05).
Pemerintah tidak ingin Abramovich menerima keuntungan dari penjualan tersebut, yang akan disalurkan ke sebuah rekening bank yang dibekukan untuk kemudian disumbangkan ke badan amal.
Pernyataan itu menambahkan: "Menyusul sanksi terhadap Roman Abramovich, pemerintah telah bekerja keras untuk memastikan Chelsea dapat terus bermain sepak bola. Namun selalu jelas bagi kami bahwa masa depan jangka panjang klub hanya dapat aman di bawah pemilik baru.
"Setelah melakukan berbagai upaya, kami sekarang puas bahwa seluruh hasil penjualan tidak akan menguntungkan Roman Abramovich atau individu lainnya yang dikenai sanksi. Sekarang kami akan memulai proses untuk memastikan hasil penjualan digunakan untuk tujuan-tujuan kemanusiaan di Ukraina, mendukung para korban perang.
"Langkah-langkah hari ini akan mengamankan masa depan aset budaya penting ini dan melindungi para penggemar serta komunitas sepak bola yang lebih luas. Kami telah berdiskusi dengan sejumlah mitra internasional untuk lisensi yang diperlukan dan kami berterima kasih kepada mereka semua untuk kerja samanya."
Awal bulan ini kesepakatan tersebut tampak hampir batal karena kekhawatiran hasil penjualan tidak akan tersalurkan untuk tujuan yang baik seperti dijanjikan Abramovich.
Abramovich membantah bahwa ia telah meminta pinjamannya sebesar 1,5 miliar poundsterling dilunasi ketika klub itu dijual.
Beberapa pihak menunjukkan ketertarikan pada Chelsea, namun klub tersebut sepakat untuk menjual ke konsorsium yang dipimpin Boehly pada awal Mei.
Konsorsium dipimpin oleh Boehly, namun Clearlake Capital - sebuah perusahaan ekuitas swasta di California - akan memiliki mayoritas saham di Chelsea. Investor lainnya termasuk miliarder AS Mark Walter, juga pemilik LA Dodgers, dan miliarder asal Swiss Hansjorg Wyss.
Chelsea finis Liga Primer musim ini di posisi ketiga, kalah di final Piala EFL dan Piala FA dari Liverpool dalam adu penalti, dan terdepak dari Liga Champions di babak perempat final.
Mantan kepala eksekutif Chelsea Peter Kenyon mengatakan kepada BBC Radio 4 peralihan klub ini ke manajemen baru akan "melegakan" bagi semua orang yang punya hubungan dengan klub.
"Pengumuman hari ini akan sangat melegakan bahwa mereka [Chelsea] dapat melanjutkan bisnis seperti biasa dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk memastikan tim siap untuk musim berikutnya," kata Kenyon.

Penjualan Chelsea - momen-momen penting:
24 Februari: Rusia menginvasi Ukraina
26 Februari: Pemilik Chelsea, Roman Abramovich, menyerahkan manajemen klub ke yayasan amal
2 Maret: Abramovich mengatakan ia berencana menjual klub
10 Maret: Pemerintah Inggris menerapkan sanksi terhadap Abramovich
5 Mei: Abramovich membantah ia meminta pinjaman 1,5 miliar poundsterling yang ia berikan kepada Chelsea dilunasi
7 Mei: Todd Boehly sepakat membeli klub tersebut dengan harga 4,25 miliar poundsterling
16 Mei: Sumber di dalam pemerintahan mengatakan kesepakatan tersebut hampir batal
24 Mei: Liga Primer menyetujui akuisisi klub
25 Mei: Pemerintah menyetujui akuisisi klub

Apa yang terjadi pada Chelsea?
Roman Abramovich termasuk di antara tujuh nama baru pengusaha kaya Rusia yang masuk daftar sanksi karena "memiliki hubungan erat" dengan Prediden Rusia Vladimir Putin, sangkaan yang selalu ia bantah.
Dengan sanksi ini, aset para oligark ini akan dibekukan dan menghadapi larangan melakukan perjalanan.
Dalam praktiknya, sanksi tersebut membuat penjualan Chelsea terhenti.
Selain itu, Chelsea tak boleh menjual tiket pertandingan, toko merchandise tutup, dan tak bisa menjual ataupun membeli pemain di bursa transfer.
Namun pemerintah Inggris menyatakan Chelsea masih tetap bisa bermain dengan izin khusus.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan "tidak akan ada tempat perlindungan yang aman" bagi mereka yang mendukung Putin, yang ia gambarkan melancarkan serangan yang keji di Ukraina.

Sumber gambar, Getty Images
Sudah sejak beberapa pekan terakhir pemerintah didesak menjatuhkan sanksi terhadap para oligark Rusia, yang mendorong Abramovich memutuskan menjual Chelsea.
Dalam pernyataan yang diunggah di situs resmi Chelsea, Abramovich megatakan keputusan penjualan klub "sungguh sangat sulit dan menyakitkan".
Sebelumnya, Abramovich menyerahkan pengelolaan klub kepada pengurus yayasan menyusul invasi Rusia ke Ukraina.
Dalam pernyataan, ia mengatakan "tak akan meminta kembali pembayaran utang" dan hasil penjualan "akan disumbangkan kepada para korban perang di Ukraina".
Ia menambahkan bahwa keputusan yang diambil selalu untuk kepentingan Chelsea.
"Dengan melihat situasi saat ini, saya memutuskan untuk menjual klub, karena saya meyakini ini demi kepentingan Chelsea [sendiri], pendukung, staf, sponsor, dan para mitra," kata Abramovich.
'Ingin lepas Chelsea cepat-cepat'

Sumber gambar, Getty Images
Pada Rabu (02/03), miliarder Hansjorg Wyss kepada surat kabat Swiss, Blick, mengatakan ia mendapat tawaran untuk membeli Chelsea.
Wyss mengatakan Abramovich ingin "melepaskan Chelsea secepatnya" setelah parlemen Inggris mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada dirinya.
Abramovich, 55, diduga sangat dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, meski sangkaan ini selalu ia bantah.
Ia membeli Chelsea pada 2003 seharga £140 juta dan menegaskan pembelian ini "bukan karena faktor bisnis atau uang, tetapi semata-mata demi sepak bola".
Setelah invasi Rusia ke Ukraina, Abramovich mengatakan ia telah menyetujui permintaan Ukraina untuk mendukung upaya mencari solusi atas perang di Ukraina.
Juru bicara pemilik klub sepak bola Chelsea mengatakan Abramovich telah berusaha membantu sejak pertama kali dikontak.
Dikatakan, karena keterlibatannya ini maka Abramovich tidak bisa memberikan komentar tentang situasi di Ukraina.
Dua hari sebelumnya, Abramovich menyatakan dirinya "memberikan pengelolaan dan perawatan [klub sepak bola] Chelsea FC para wali amanat (trustees) Yayasan Amal Chelsea".
Di tengah sorotan atas invasi Rusia terhadap Ukraina, aset-aset milik konglomerat itu diangkat.

Sumber gambar, Getty Images
Sejak Abramovich menjadi pemilik Chelsea, klub tersebut telah dua kali memenangi Liga Champions, dua kali menyabet gelar juara Liga Primer, lima kali tampil sebagai juara Piala FA, dua kali sebagai kampiun Liga Eropa, dan tiga kali memenangi Piala Liga.
Pada Agustus 2021, klub itu menjuarai Piala Super UEFA dan baru-baru ini memenangi Piala Dunia Antarklub untuk pertama kalinya.
Itu artinya, the Blues—julukan Chelsea FC—telah meraih semua piala sejak Abramovich membeli klub tersebut.












