Taliban kembali berkuasa - bagaimana nasib perempuan, HAM, dan kebebasan politik di Afghanistan ke depan?

Petugas keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom pinggir jalan yang menewaskan enam warga sipil di pinggiran Jalalabad, Afghanistan, 21 Juli 2021.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pertempuran telah berlangsung selama 40 tahun - kebanyakan orang Afghanistan tidak dapat mengingat masa damai.

Setelah 20 tahun perang, Taliban meraih kemenangan di Afghanistan.

Kelompok itu melakukan kemajuan pesat yang mengejutkan di seluruh negeri dengan merebut Kabul pada 15 Agustus lalu.

Pengambialihan kekuasaan itu terjadi setelah pasukan asing menarik diri dari Afghanistan menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Taliban, dua dekade setelah pasukan AS mengalahkan gerilyawan itu dari kekuasaan pada 2001.

Baca juga:

Kembalinya Taliban telah menewaskan puluhan ribu orang dan membuat jutaan orang Afghanistan mengungsi.

Padahal, pasukan Taliban telah berjanji untuk tidak membiarkan Afghanistan menjadi basis teroris yang dapat mengancam Barat.

Tetapi pertanyaan yang muncul di benak masyarakat internasional, bagaimana kelompok itu akan memerintah negara? Bagaimana mereka memandang perempuan, hak asasi manusia, dan kebebasan politik?

Mengapa AS berperang di Afghanistan dan mengapa itu berlangsung begitu lama?

Semua ini berawal pada tahun 2001 ketika AS mengalami serangan 9/11 di New York dan Washington, di mana hampir 3.000 orang tewas.

Para pejabat AS mengidentifikasi kelompok militan Islam al-Qaeda, dan pemimpinnya Osama Bin Laden, sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Bin Laden berada di Afghanistan, di bawah perlindungan Taliban, kelompok Islamis yang telah berkuasa sejak 1996.

Ketika mereka menolak untuk menyerahkannya, AS melakukan intervensi militer.

Dengan cepat AS menyingkirkan Taliban dan bersumpah untuk mendukung demokrasi serta menghilangkan ancaman teroris.

Prajurit tentara dari Peleton ke-2, Amerika Serikat di Afghanistan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Konflik Afghanistan menjadi perang terpanjang Amerika.

Para militan menyelinap pergi dan kemudian berkumpul kembali.

Sekutu NATO telah bergabung dengan AS dan pemerintah Afghanistan yang baru untuk mengambil alih pemerintahan pada tahun 2004.

Tetapi serangan mematikan dari Taliban terus berlanjut.

"Gelombang pasukan" Presiden Barack Obama pada tahun 2009 membantu dalam menekan kembali Taliban tetapi itu tidak jangka panjang.

Pada tahun 2014, akhir dari tahun paling berdarah sejak 2001, pasukan internasional NATO mengakhiri misi tempur mereka.

Mereka menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada tentara Afghanistan.

Peristiwa itu memberi momentum kepada Taliban dan mereka merebut lebih banyak wilayah.

Pembicaraan damai antara AS dan Taliban dimulai secara tentatif, dengan pemerintah Afghanistan hampir tidak terlibat, dan kesepakatan tentang penarikan datang pada Februari 2020 di Qatar.

Kesepakatan AS-Taliban tidak menghentikan serangan militan itu.

Taliban mengalihkan fokus serangan mereka ke pasukan keamanan Afghanistan, warga sipil, dan menargetkan pembunuhan. Area kendali mereka tumbuh.

Twenty years of conflict in Afghanistan – what happened when?

From 9/11, to intense fighting on the ground, and now full withdrawal of US-led forces, here’s what happened.

9/11

Al-Qaeda, led by Osama Bin Laden in Afghanistan, carries out the largest terror attack ever conducted on US soil.

The World Trade Centre is reduced to rubble
Image caption The World Trade Centre is reduced to rubble Image copyright by Getty

Four commercial airliners are hijacked. Two are flown into the World Trade Centre in New York, which collapses. One hits the Pentagon building in Washington, and one crashes into a field in Pennsylvania. Nearly 3,000 people are killed.

First air strikes

A US-led coalition bombs Taliban and al-Qaeda facilities in Afghanistan. Targets include Kabul, Kandahar and Jalalabad.

The Taliban, who took power after a decade-long Soviet occupation was followed by civil war, refuse to hand over Bin Laden. Their air defences and small fleet of fighter aircraft are destroyed.

Fall of Kabul

The Northern Alliance, a group of anti-Taliban rebels backed by coalition forces, enters Kabul as the Taliban flee the city.

Coalition-backed Northern Alliance fighters ride tanks into Kabul as the Taliban retreat
Image caption Coalition-backed Northern Alliance fighters ride tanks into Kabul as the Taliban retreat Image copyright by Getty

By the 13 November 2001, all Taliban have either fled or been neutralised. Other cities quickly fall.

New constitution

After protracted negotiations at a “loya jirga” or grand assembly, the new Afghan constitution is signed into law. The constitution paves the way for presidential elections in October 2004.

Hamid Karzai becomes president

Hamid Karzai led anti-Taliban groups around Kandahar before becoming president
Image caption Hamid Karzai led anti-Taliban groups around Kandahar before becoming president Image copyright by Getty

Hamid Karzai, the leader of the Popalzai Durrani tribe, becomes the first president under the new constitution. He serves two five-year terms as president.

UK troops deployed to Helmand

British troops arrive in Helmand province, a Taliban stronghold in the south of the country.

Soldiers of the Parachute Regiment lead the first UK deployment to Helmand
Image caption Soldiers of the Parachute Regiment lead the first UK deployment to Helmand Image copyright by Getty

Their initial mission is to support reconstruction projects, but they are quickly drawn into combat operations. More than 450 British troops lose their lives in Afghanistan over the course of the conflict.

Obama’s surge

US President Barack Obama approves a major increase in the number of troops sent to Afghanistan. At their peak, they number about 140,000.

US troops in intense combat operations in the south of the country
Image caption US troops in intense combat operations in the south of the country Image copyright by Getty

The so-called “surge” is modelled on US strategy in Iraq where US forces focussed on protecting the civilian population as well as killing insurgent fighters.

Osama Bin Laden killed

Bin Laden is traced to a compound located less than a mile from a Pakistani military academy
Image caption Bin Laden is traced to a compound located less than a mile from a Pakistani military academy Image copyright by Getty

The leader of al-Qaeda is killed in an assault by US Navy Seals on a compound in Abbottabad in Pakistan. Bin Laden’s body is removed and buried at sea. The operation ends a 10-year hunt led by the CIA. The confirmation that Bin Laden had been living on Pakistani soil fuels accusations in the US that Pakistan is an unreliable ally in the war on terror.

Death of Mullah Omar

The founder of the Taliban, Mullah Mohammed Omar, dies. His death is kept secret for more than two years.

The Taliban leader is believed to have suffered a shrapnel wound to his right eye in the 1980s
Image caption The Taliban leader is believed to have suffered a shrapnel wound to his right eye in the 1980s Image copyright by EPA

According to Afghan intelligence, Mullah Omar dies of health problems at a hospital in the Pakistani city of Karachi. Pakistan denies that he was in the country.

Nato ends combat operations

At a ceremony in Kabul, Nato ends its combat operations in Afghanistan. With the surge now over, the US withdraws thousands of troops. Most of those who remain focus on training and supporting the Afghan security forces.

Taliban resurgence

The Taliban launch a series of suicide attacks, car bombings and other assaults. The parliament building in Kabul, and the city of Kunduz are attacked. Islamic State militants begin operations in Afghanistan.

Kabul's international airport is struck on 10 August 2015
Image caption Kabul's international airport is struck on 10 August 2015 Image copyright by Getty

Death toll announcement

Afghan President Ashraf Ghani says more than 45,000 members of his country’s security forces have been killed since he became leader in 2014. The figure is far higher than previously thought.

US signs deal with Taliban

The US and the Taliban sign an “agreement for bringing peace” to Afghanistan, in Doha, Qatar. The US and Nato allies agree to withdraw all troops within 14 months if the militants uphold the deal.

The deal lays out a timetable for full withdrawal
Image caption The deal lays out a timetable for full withdrawal Image copyright by Getty

Date for final withdrawal

US president Joe Biden announces that all US troops will leave Afghanistan by 11 September 2021.

Taliban return to power

In just over a month, the Taliban sweep across Afghanistan, taking control of towns and cities all over the country, including Kabul. Afghan security forces collapse in the face of the Taliban advance.

Taliban fighters face little opposition from Afghan security forces
Image caption Taliban fighters face little opposition from Afghan security forces Image copyright by Getty

Siapa Taliban?

Taliban terbentuk dalam perang saudara yang mengikuti penarikan pasukan Soviet pada tahun 1989, terutama di barat daya dan daerah perbatasan Pakistan.

Keterangan video, Wawancara lengkap: Juru bicara Taliban Suhail Shaheen berbicara kepada wartawan BBC Yalda Hakim.

Mereka bersumpah untuk memerangi korupsi dan meningkatkan keamanan, tetapi juga menerapkan ajaran Islam yang keras.

Pada tahun 1998, mereka telah menguasai hampir seluruh negeri.

Mereka menegakkan Syariah garis keras versi mereka sendiri, atau hukum Islam, dan menerapkan hukuman brutal.

Pria dibuat untuk menumbuhkan janggut dan perempuan harus mengenakan burka yang menutupi semua tubuhnya.

Kemudian, TV, musik, dan bioskop dilarang.

Setelah penggulingan, kelompok Taliban berkumpul kembali di daerah perbatasan Pakistan.

Seberapa mahal perang itu?

Dalam hal nyawa yang hilang, jelas tidak mudah untuk mengatakan jumlah dengan tepat.

Pendataan korban koalisi tercatat jauh lebih baik daripada jumlah warga sipil Taliban dan Afghanistan.

Penelitian oleh Brown University memperkirakan sekitar 69.000 pasukan keamanan Afghanistan tewas, kemudian menempatkan jumlah warga sipil dan militan yang tewas masing-masing sekitar 51.000.

Lebih dari 3.500 tentara koalisi tewas sejak 2001 - sekitar dua pertiga dari mereka adalah orang Amerika - dan lebih dari 20.000 tentara AS terluka.

Menurut PBB, Afghanistan memiliki populasi pengungsi terbesar ketiga di dunia.

Sejak 2012, sekitar lima juta orang telah melarikan diri dan tidak dapat kembali ke rumah, baik mengungsi di Afghanistan atau berlindung di negara-negara tetangga.

Penelitian Brown University juga menempatkan pengeluaran AS untuk konflik - termasuk dana militer dan rekonstruksi di Afghanistan dan Pakistan - sebesar $978 miliar atau lebih dari 13 ribu triliun rupiah hingga 2020.

Bagan yang menunjukkan jumlah korban akibat konflik Afghanistan.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Bagaimana rencana Taliban untuk memerintah Afghanistan masih belum jelas. Perempuan menghadapi masa depan yang tidak pasti.

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan, kelompok itu akan menghormati hak-hak perempuan dan minoritas "sesuai dengan norma-norma Afghanistan dan nilai-nilai Islam".

Para militan telah mengumumkan amnesti di seluruh Afghanistan dan mengatakan ingin perempuan bergabung dengan pemerintahnya.

Tapi ada ketakutan atas kebebasan perempuan untuk bekerja, berpakaian sesuai pilihan mereka, atau bahkan meninggalkan rumah sendirian di bawah pemerintahan Taliban.

Perempuan Afghanistan mengantri untuk gandum, April 2021.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Selama tahun 1990-an, Taliban memaksa perempuan untuk berpakaian dengan cara tertentu dan menolak persamaan hak.

Ketakutan besar lainnya adalah bahwa negara itu akan sekali lagi menjadi tempat pelatihan terorisme.

Pejabat Taliban bersikeras bahwa mereka akan sepenuhnya mematuhi kesepakatan AS dan mencegah kelompok mana pun menggunakan tanah Afghanistan sebagai basis serangan terhadap AS dan sekutunya.

Mereka mengatakan hanya bertujuan untuk menerapkan "pemerintahan Islam" dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi negara lain.

Tetapi banyak analis memandang, Taliban dan al-Qaeda tidak dapat dipisahkan, dengan para pejuang yang sangat melekat dan terlibat dalam kegiatan pelatihan.

Penting juga untuk diingat bahwa Taliban bukanlah kekuatan yang terpusat dan bersatu.

Beberapa pemimpin mereka ingin membuat Barat diam dengan tidak menimbulkan masalah, tetapi kelompok garis keras mungkin enggan memutuskan hubungan dengan al-Qaeda.

Seberapa kuat al-Qaeda dan apakah sekarang bisa membangun kembali jaringan globalnya juga tidak jelas.

Lalu ada cabang regional kelompok Negara Islam - ISKP (Provinsi Khorasan) - yang ditentang Taliban.

Seperti al-Qaeda, ISKP telah diserang oleh AS dan NATO, tetapi pasca-penarikan mereka dapat untuk berkumpul kembali.

Jumlah pejuangnya mungkin hanya antara beberapa ratus dan 2.000. Tetapi mungkin saja dapat menacapkan pijakan di Kazakhstan, Kyrgyzstan dan bagian dari Tajikistan, yang bisa menjadi perhatian regional yang serius.

US troop levels in Afghanistan. 2002 - 2020. Chart showing US troop levels in Afghanistan from 2002 to 2019 2020 figure as of December.
2px presentational grey line