Taliban "buka pintu" perdamaian dengan AS, setelah Trump nyatakan perundingan sudah "mati"

Smoke rises from the site of an attack after a massive explosion the night before near the Green Village in Kabul on September 3, 2019

Sumber gambar, AFP

Taliban mengatakan kepada BBC bahwa "pintu mereka terbuka" seandaianya Presiden Amerika Serikat Donald Trump ingin melanjutkan perundingan damai di masa depan.

Kepala perundingan Taliban, Sher Mohammad Abbas Stanikzai menegaskan negosiasi tetap "satu-satunya cara untuk perdamaian di Afghanistan" dalam wawancara eksklusif dengan BBC.

Komentar Stanikzai muncul seminggu setelah Trump menyatakan pembicaraan sudah "mati".

Awal bulan ini, kedua belah pihak tampak mendekati kesepakatan untuk mengakhiri konflik 18 tahun.

Trump bahkan telah mengundang para pemimpin senior Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani untuk bertemu di Camp David pada 8 September.

Tetapi serangan Taliban di ibukota Afghanistan ,Kabul pada 6 September, yang menewaskan seorang tentara AS dan 11 lainnya, mendorong Trump untuk mundur, dengan mengatakan kelompok itu "mungkin tidak memiliki kekuatan untuk bernegosiasi" jika mereka tidak dapat menyetujui gencatan senjata selama pembicaraan.

Pada Selasa malam, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan Taliban baru-baru ini, dengan mengatakan kelompok itu "harus mulai menunjukkan komitmen tulus terhadap perdamaian".

Donald Trump

Sumber gambar, Win McNamee/Getty Images

Keterangan gambar, Komentar Stanikzai muncul seminggu setelah Trump menyatakan pembicaraan sudah "mati".

Stanikzai menepis kekhawatiran Amerika, mengatakan kepada BBC bahwa Taliban tidak melakukan kesalahan.

"Mereka membunuh ribuan Taliban menurut mereka," katanya kepada kepala koresponden internasional BBC, Lyse Doucet.

"Tetapi sementara itu, jika satu tentara [AS] terbunuh itu tidak berarti mereka harus menunjukkan reaksi itu karena tidak ada gencatan senjata dari kedua belah pihak."

"Dari pihak kami, pintu kami terbuka untuk negosiasi," tambahnya.

"Jadi kami berharap pihak lain juga memikirkan kembali keputusan mereka mengenai negosiasi."

Tentara AS di Provinsi Logar, Juli 2018

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, AS saat ini menempatkan sekitar 14.000 tentara di Afghanistan.

Apa yang termasuk dalam kesepakatan itu?

Detail lengkap dan tepat belum diketahui hingga kini.

Namun, Zalmay Khalilzad, perunding top Washington, mengungkapkan beberapa detail perjanjian "pada prinsipnya" - termasuk AS menarik 5.400 tentara dari Afghanistan dalam 20 minggu - selama wawancara televisi pada 3 September.

Sebagai imbalan atas penarikan pasukan, Taliban bersedia berjanji bahwa Afghanistan tidak akan pernah lagi digunakan sebagai pangkalan untuk terorisme asing.

Tentara AS di Afghanistan

Sumber gambar, JAVED TANVEER/AFP/Getty Images

Keterangan gambar, Tentara AS berjaga di dekat puing-puing kendaraan di lokasi bom bunuh diri Taliban di Kandahar, 2 Agustus 2017

Stanikzai mengatakan kepada BBC gencatan senjata antara Taliban dan pasukan asing akan mulai berlaku setelah perjanjian ditandatangani.

Namun, tidak ada gencatan senjata semacam itu akan terjadi antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan, katanya.

Taliban - yang kini mengendalikan lebih banyak wilayah daripada sebelum invasi pimpinan AS pada 2001 - tidak mengakui legitimasi pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

Mereka menolak untuk mengadakan pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan sampai ada kesepakatan dengan AS.

Pemakaman korban bom bunuh diri di Kunduz Afghanistan

Sumber gambar, STR/AFP/Getty Images

Keterangan gambar, Pelayat menghadiri upacara pemakaman seorang juru bicara kepolisian Kunduz, Sayed Sarwar Hussaini, yang tewas akibat bom bunuh diri saat ia berbicara kepada wartawan, 1 September 2019

Stanikzai mengatakan pembicaraan intra-Afghanistan akan dimulai pada 23 September, jika kesepakatan tercapai, dan akan termasuk diskusi tentang gencatan senjata yang lebih luas.

Dia juga membenarkan bahwa Taliban telah mendekati Rusia dan China untuk meminta bantuan dalam negosiasi perdamaian.

Sementara itu penasihat keamanan nasional Afghanistan mengatakan bahwa "taktik intimidasi" Taliban tidak akan berhasil.

"Satu-satunya cara mereka dapat melihat perdamaian di Afghanistan adalah dengan bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan," kata Dr Hamdullah Mohibt kepada BBC.

Dia menambahkan: "Buka diskusi dengan tetangga kami, mereka yang mensponsori dan mendukung Taliban - yang harus ada di depan diskusi kami, bukan di belakangnya."

Anggota pasukan keamanan Afghanistan berdiri di depan poster kandidat presiden Afghanistan Ashraf Ghani di Kabul, Afghanistan 2 September 2019.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Presiden Ashraf Ghani (dalam gambar) mendapat pengarahan tentang kesepakatan damai AS-Taliban pada hari Senin (02/09).

Bagaimana situasi keamanan di Afghanistan?

Rata-rata 74 orang terbunuh setiap hari di negara itu pada Agustus, menurut data yang dikumpulkan oleh BBC.

Tanpa kesepakatan, serangan terus berlanjut. Dua pembom bunuh diri pada hari Selasa menewaskan sedikitnya 48 orang.

Staf medis mengatakan anak-anak termasuk di antara korban dalam sebuah serangan yang terjadi pada saat kampanye pemilu. Presiden Ghani dijadwalkan berbicara menjelang pemilihan akhir bulan ini.

Kedua serangan itu diklaim oleh Taliban.

A man who was injured in a suicide bomb attack that targeted an election campaign rally of incumbent president Ashraf Ghani, receives medical treatment at a hospital, on the outskirts of Kabul, Afghanistan

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Seorang pria yang terluka dalam satu dari dua serangan bunuh diri pada hari Selasa

Namun, ketika dicerca pertanyaan tentang tingginya angka kematian warga sipil, Stanikzai menyalahkan "pasukan asing", mengutip statistik PBB yang menunjukkan lebih banyak warga sipil terbunuh oleh pasukan Afghanistan dan AS pada paruh pertama 2019 daripada oleh para pemberont

Dia juga membela Taliban karena berlindung di rumah-rumah sipil, dan menolak untuk ditarik pada banyak serangan langsung Taliban yang telah menewaskan pria, wanita dan anak-anak.ak.