Virus corona: Sepasang saudara kembar identik meninggal akibat Covid-19
Sepasang saudara kembar meninggal dalam rentang tiga hari, setelah mereka dinyatakan positif mengidap Covid-19.
Katy Davies, perawat berusia 37 tahun, meninggal di Rumah Sakit Universitas Southampton, Selasa (22/04).
Saudara kembar identiknya, yang juga berprofesi sebagai perawat, Emma, meninggal di rumah sakit yang sama, Jumat (23/04) kemarin.
Saudara kandung mereka, Zoe, berkata "dua saudara kembar itu datang dan meninggalkan dunia bersama-sama."
Zoe berkata, sepasang saudara kembar yang 'luar biasa' itu selama ini tinggal satu rumah. Kondisi kesehatan keduanya pun anjlok secara bersamaan.
"Tidak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan betapa spesial mereka," ujar Zoe.

Sumber gambar, Zoe Davis
"Yang mereka ingin lakukan hanyalah menolong orang lain. Sejak mereka muda, mereka kerap bermain peran seolah-olah mereka adalah dokter dan perawat bagi boneka-boneka mereka," kata Zoe.
"Mereka memberikan segalanya bagi pasien yang mereka rawat. Mereka luar biasa. Saya tidak merasa situasi yang saya hadapi ini merupakan kenyataan," tuturnya.
Paula Head, pimpinan Yayasan Layanan Kesehatan Nasional Rumah Sakit Universitas Southampton, berkata, "Katy dideskripsikan oleh para koleganya sebagai perawat yang menginspirasi orang lain untuk meniru jejaknya."
"Menjadi perawat lebih dari sekedar pekerjaan bagi Katy," kata Head.
"Atas nama semua orang di rumah sakit ini, termasuk pasien dan masyarkat yang kami layani, saya ingin menyampaikan belasungkawa yang tulus untuk keluarganya," ujar Head.
Adapun, perkumpulan perawat Inggris, The Royal College of Nursing, menyatakan, "Katy adalah perawat yang berdedikasi dan tidak mementingkan diri sendiri. Dia selalu berbagi keterampilan dan pengetahuan untuk memastikan perawatan yang terbaik bagi pasien."

Emma Davis bekerja di rumah sakit yang sama dengan saudara kembarnya. Ia bertugas di bagian khusus operasi kolorektal selama sembilan tahun terakhir.
Dalam sebuah pesan untuk seluruh karyawan, pimpinan perawat di Rumah Sakit Universitas Southampton, Gail Byrne berkata, "Emma mengalami kondisi kesehatan yang sama seperti Katy dan jatuh sakit sejak sebelum dinyatakan positif mengidap Covid-19.
"Sangat jelas betapa tragis situasi ini untuk keluarga dan semua orang yang mengenal mereka," kata Byrne.
"Emma digambarkan sebagai perawat hebat yang tenang dan ceria serta pemimpin yang baik."
"Dia sangat disukai oleh semua orang dan merupakan anggota tim yang berharga," ujar Byrne.
Seluruh karyawan di rumah sakit itu mengambil jeda kerja, Kamis lalu, untuk memberikan 'tepuk tangan bagi Katy', beberapa jam sebelum kematian Emma.
Di Inggris, setidaknya 50 perawat meninggal selama pandemi Covid-19, menurut data yang dihimpun majalah Nursing Times.

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus
TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Dari cuci tangan sampai jaga jarak
PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia











