Pengacara Trump: 'Kebenaran bukanlah kebenaran' dan Trump bisa terjebak 'sumpah palsu'

Rudy Giuliani (file photo)

Sumber gambar, Reuters

Waktu membaca: 2 menit

Pengacara Presiden Donald Trump, Rudy Giuliani, membuat banyak kalangan mengernyitkan kening dengan mengatakan bahwa "kebenaran bukanlah kebenaran" dalam sebuah wawancara televisi.

Mantan walikota New York itu bersikukuh bahwa Presiden Trump tidak harus bersaksi di sidang penyelidikan tentang keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS, karena sang presiden bisa "terjebak dalam perjury -atau kasus berbohong di bawah sumpah ".

"Kebenaran adalah kebenaran", tukas pembawa acara NBC Chuck Todd. Namun menurut Giuliani bukan itu masalahnya, karena ada dua versi peristiwa yang dipertentangkan.

Jawaban ini seakan menggaris bawahi apa yang pernah dikatakan seorang pejabat Trump tentang fakta.

Pada bulan Januari tahun lalu, penasihat kepresidenan, Kellyanne Conway mengatakan dalam program Meet the Press yang sama, bahwa Gedung Putih berhak menyajikan "fakta-fakta alternatif" - yang didebat Todd: "Fakta-fakta alternatif bukanlah fakta. Melainkan kebohongan."

Dalam Meet the Press Minggu kemarin Todd bertanya kepada Giuliani tentang tarik ulur tentang kemungkinan Trump bersaksi pada penyelidikan yang dipimpin oleh Penasihat Khusus Robert Mueller untuk dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS pada 2016 yang dimenangkan Trump.

putin, trump

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Sesudah bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Helsinki, bulan lalu, Presiden AS, Donald Trump jadi kontroversi karena mengucapkan kata-kata yang membela Rusia.

Giuliani berkata: "Saya tidak akan terburu-buru untuk mendorongnya bersaksi sehingga nantinya dia bisa terjebak ke situasi perjury (sumpah palsu, berbohong di bawah sumpah)."

"Ketika Anda mengatakan bahwa dia harus bersaksi karena dia akan mengatakan kebenaran dan karenanya tidak perlu khawatir, itu konyol, karena (yang muncul) adalah versi kebenaran seseorang. Bukan kebenaran."

Todd menjawab: "Kebenaran adalah kebenaran." Dan Giuliani langsung menukas: "Kebenaran bukanlah kebenaran."

Sang pewawancara menepuk dahinya dan berkata: "Ini akan menjadi meme yang jelek!"

Giuliani kemudian menjelaskan maksudnya - bahwa tuduhan menghalang-halangi penegakkan hukum yang diarahkan terhadap presiden didasarkan pada percakapan yang dia lakukan dengan direktur (waktu itu) FBI James Comey pada bulan Februari 2017, dan bahwa pengakuan Trump tentang percakapan itu berbeda 180 derajat dengan pengakuan Comey.

"Jika Anda seorang jenius, katakan apa kebenaran itu!" kata Giuliani kepada Todd. "Ada jurang kredibilitas di antara mereka berdua. Kita harus memilih di antara mereka berdua."

Sudah dipercaya

Para pengecam Trump dengan cepat memanfaatkan perdebatan itu. Preet Bharara, seorang Demokrat yang dipecat sebagai jaksa federal oleh pemerintahan Trump, mengatakan bahwa "kebenaran bukan kebenaran" tidak akan terdengar meyakinkan dalam sebuah persidangan.

Hentikan X pesan, 1
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 1

Yang lain mengunggah bagaimana mereka tak percaya atas apa yang mereka dengar sendiri dalam diskusi itu.

Hentikan X pesan, 2
Izinkan konten X?

Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.

Peringatan: Konten pihak ketiga mungkin berisi iklan

Lompati X pesan, 2

Ini bukan pertama kalinya mantan walikota New York itu mengucapkan hal yang berbeda sama sekali tentang peristiwa yang sama.

Mei lalu dia mengatakan kepada Washington Post bahwa Robert Mueller dan timnya "bisa jadi memiliki versi yang berbeda dari kebenaran daripada yang kami punya."

Dalam wawancara kali ini, Giuliani meyebut penyelidikan soal Rusia itu "liar, gila, lain dari yang lain".

Presiden menyangkal terjadinya kolusi, dan berulang kali menyebut penyelidikan yang dipimpin Mueller, seorang Republikan, "merupakan "perburuan penyihir".

Rusia juga membantah bahwa semua kejadian itu mempengaruhi pemilihan ummum dua tahun lalu yang dimenangkan Donald Trump.