Jelang pertemuan Trump dan Kim Jong-un, Korea Utara bebaskan tiga warga AS

Sumber gambar, Reuters / AFP
Pemerintah Korea Utara membebaskan tiga warga Amerika Serikat dari tahanan menjelang pertemuan Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Ketiganya disambut langsung oleh Trump di Pangkalan Udara Andrews, dekat Washington.
"Suatu kehormatan. Namun, kehormatan sebenarnya adalah jika kita meraih kemenangan dengan menyingkirkan senjata nuklir," kata Trump.
Gedung Putih menyatakan pembebasan itu adalah bentuk iktikad baik dari Korut sebelum kedua pemimpin bertatap muka.
"Saya menghargai Kim Jong-un atas tindakan ini dan membolehkan mereka pergi," kata Trump.
Trump menyebut lokasi pertemuan dengan Kim Jong-un akan diumumkan "dalam tiga hari".

Sumber gambar, Reuters
Ketiga orang yang dibebaskan Korut adalah Kim Hak-song, Tony Kim, dan Kim Dong-chul. Pembebasan ketiganya dilakukan ketika Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, berkunjung ke Pyongyang guna menyusun rincian pertemuan Kim dan Trump.
"Kami ingin mengutarakan apresiasi mendalam kepada pemerintah Amerika Serikat, Presiden Trump, Menlu Pompeo, dan rakyat Amerika Serikat karena membawa kami pulang," sebut ketiganya dalam pernyataan bersama.
"Kami berterima kasih kepada Tuhan, seluruh teman dan keluarga yang mendoakan kami dan kepulangan kami," lanjut pernyataan itu.
Artikel ini memuat konten yang disediakan X. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca X kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah 'terima dan lanjutkan'.
Lompati X pesan
Pesawat yang membawa mereka sempat singgah di pangkalan militer AS di Jepang dan Alaska sebelum menuju Washington.
Kim Jong-un, sebagaimana disiarkan kantor berita KCNA, menyatakan telah menerima permohonan AS untuk memberi amnesti kepada ketiga orang tersebut.
Dia menambahkan pertemuan dengan Trump akan menjadi "langkah pertama yang sangat bagus" dalam memperbaiki situasi di Semenanjung Korea.

Sumber gambar, Reuters

Siapa ketiga pria itu?
Ketiga pria itu sebelumnya dihukum atas aktivitas anti-Korut dan ditempatkan di kamp kerja paksa.
- Kim Hak-song ditahan atas dugaan "aksi bermusuhan" pada Mei 2017. Dia menyebut dirinya sebagai pengabar injil yang berniat mewujudkan peternakan eksperimen di Universitas Sains dan Teknologi Pyongyang (PUST).
- Tony Kim alias Kim Sang-duk, juga bekerja di PUST. Dia ditahan pada April 2017 atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata. Berdasarkan laporan media Korea Selatan, dia terlibat dalam pekerjaan kemanusiaan di Korut.
- Kim Dong-chul, seorang pendeta berusia 60-an tahun, ditahan pada 2015 atas tuduhan melakukan kegiatan mata-mata. Dia diganjar dengan hukuman 10 tahun kerja paksa.

Pembebasan warga AS dari tahanan Korut pernah dilakukan tahun lalu.
Ketika itu, Otto Warmbier dipulangkan ke AS dalam keadaan koma setelah ditahan karena mencuri plang di sebuah hotel di Korut. Tak lama setelah kembali berada di AS, dia meninggal dunia.

Sumber gambar, AFP










