Setelah 37 tahun berkuasa, Presiden Mugabe mundur dan warga Zimbabwe merayakannya

Sumber gambar, Reuters
Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, sudah mengundurkan diri, seperti dinyatakan Ketua Parlemen, Jacob Mudenda.
Pengunduran diri ini ditempuhnya pada hari parlemen Zimbabwe memulai proses pemakzulan terhadapnya, Selasa (21/11), menyusul pengambilalihan kekuasaan oleh militer pekan lalu.

Sumber gambar, EPA

Sumber gambar, AFP
Surat pengunduran Mugabe tidak menyebutkan penerusnya namun berdasarkan konstitusi maka seharusnya adalah wakil presiden saat ini, Phelekezela Mphoko, yang merupakan pendukung Grace Mugabe, istri Mugabe.
Namun para pejabat partai yang berkuasa, Zanu PF, mengatakan Emmerson Mnangagwa -wakil presiden yang sebelumnya dipecat Mugabe- akan diambil sumpahnya sebagai presiden dalam waktu 48 jam.
Dan Mudenda mengatakan langkah-langkah sedang ditempuh untuk menjamin pemimpin baru akan mengambil alih kekuasaan paling lambat Rabu (22/11) waktu setempat.
__________________________________________________________________
Titik-titik penting kehidupan Mugabe

Sumber gambar, AFP
- 1924 : Lahir
- Mendapat pendidikan sebagai guru
- 1964 : Dipenjara oleh pemerintah Rhodesia
- 1980 : Menang pemilihan pascakemerdekaan
- 1996 : Menikah dengan Grace Marufu
- 2000 : Kalah referendum, namun kelompok milisi pendukung menyerang pertanian milik warga kulit putih dan menyerang para pendukung oposisi
- 2008 : Berada di urutan kedua dalam putaran pertama pemilihan presiden namun saingannya Morgan Tsvangirai mundur dari putaran kedua demi menghentikan aksi kekerasan atas para pendukungnya
- 2009 : Di tengah-tengah ambruknya perekonomian, Tsvangirai dilantik sebagai perdana menteri
- 2016 : Surat obligasi dikeluarkan karena semakin memburuknya kekurangan uang tunai
- 2017 : Memecat sekutu lamanya, Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa
- 21 November 2017 : Mengundurkan diri dari jabatan presiden
_________________________________________________________________

Sumber gambar, EPA
Wartawan BBC, Ben Brown, yang berada di salah teras gedung di ibu kota Harare yang mengarah ke Gedung Parlemen Zimbabwe, mendengar sorak-sorai dan suara klakson mobil bertubi-tubi untuk merayakan pengunduran Mugabe.
Mugabe yang sudah memerintah sejak kemerdekaan tahun 1980 lalu sedang menjalani proses pemakzulan saat mengundurkan diri, antara lain didakwa membiarkan istrinya 'merebut kekuasaan konstitusional' dengan berupaya menempatkan diri sebagai penerusnya.

Sumber gambar, AFP

Sumber gambar, Facebook
Sebuah surat dari Mugabe menyatakan keputusan itu diambil secara sukarela untuk memungkinkan peralihan kekuasan dengan lancar, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
"Saya Robert Gabriel Mugabe berdasarkan pasal 96 konstitusi Zimbabwe dengan ini secara resmi menyampaikan pengunduran diri... dengan segera," kata Jacob Mudenda saat membacakan surat Mugabe.

Sumber gambar, AFP
Pengumuman yang mengejutkan ini langsung menghentikan sidang parlemen yang sedang membahas upaya pemakzulannya.
Para anggota parlemen dilaporkan bersorak-sorai menyambut pengumuman itu sementara ribuan warga langsung merayakannya di jalanan.

Sumber gambar, AFP
Warga yang turun ke jalan antara lain membawa poster bergambar pimpinan angkatan bersenjata, Jenderal Constantino Chiwenga, dan mantan wakil presiden Emmerson Mnangagwa, yang dipecat Mugabe.
Pria berusia 93 tahun ini awalnya menolak untuk mundur walau militer sudah mengambil alih kekuasaan dan warga turun ke jalan menentang kepemimpinannya.
Dia berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan presiden namun beberapa di antaranya diwarnai dengan kekerasan atas para penentangnya.
Berita pengunduraan diri Mugabe ini juga mendapat komentar dari beberapa pengguna Facebook BBC Indonesia, seperti Abna Bangsu yang menulis ,"Sepantasnya jika dilihat dari kacamata Demokrasi, salam Demokras buat rakyat Zimbabwe."
Sementara John Libert berkomentar, "Soeharto-nya Zimbabwe."
***
Kami tunggu komentar dan pendapat Anda tentang pengunduran diri Presiden Mugabe di Facebook BBC Indonesia. Mohon kiranya saling menghormati pendapat pihak lain dan tidak menyinggung Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan atau SARA.









