Lebih dari Rp1350 triliun digelapkan di Arab Saudi, 199 orang ditangkap

Sumber gambar, Reuters
Jaksa Agung Arab Saudi mengatakan sedikitnya US$100 miliar atau sekitar Rp1.352 triliun disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan yang sistematis selama beberapa dekade.
Syekh Saud al-Mojeb mengatakan 199 orang sudah ditangkap untuk ditanyai sebagai bagian dari kebijakan antikorupsi besar-besaran yang diawali pada Sabtu (04/11) malam lalu,
Dia tidak menyebutkan nama-nama yang ditangkap namun dilaporkan mencakup para pangeran, menteri maupun mantan menteri serta pengusaha yang berpengaruh.
"Bukti atas kesalahan amat kuat," tegas Syekh al-Mojeb
Dia juga menegaskan bahwa kegiatan komersial di kerajaan itu berlangsung seperti biasa tanpa terpengaruh oleh penangkapan tersebut dan hanya rekening-rekening bank pribadi yang dibekukan.
Syekh al-Mojeb menambahkan bahwa penyelidikan oleh komite antikorupsi -yang dibentuk lewat dekrit kerajaan dan dipimpin oleh putra mahkota Pangeran Mohammed Bin Salman yang baru berusia 32 tahun- 'mencapai kemajuan cepat'.
__________________________________________________________________
Di balik kebijakan antikorupsi
oleh Frank Gardner - wartawan BBC untuk masalah Timur Tengah
Peristiwa besar sedang terjadi di Arab Saudi. Para pangeran, menteri, dan pengusaha berpengaruh ditangkap dan ditahan di sebuah hotel mewah dengan tuduhan korupsi. Pesawat mereka dilarang terbang dan aset mereka disita.
Kekuatan pendorongnya adalah putra mahkota Pangeran Prince Mohammed Bin Salman, yang juga memimpin komite antikorupsi yang baru dibentuk.

Sumber gambar, IBRAHIM CHALHOUB
Apa arti semuanya ini? Apakah benar-benar tentang korupsi atau tidak lebih dari cengkraman kekuasaan oleh putra mahkota?
Jawabannya adalah keduanya.
Korupsi merajarela di Arab Saudi. Suap, pelancar urusan, dan upeti mewah sudah lama menjadi bagian melekat untuk berbisnis di negara kaya penghasil minyak ini.
Banyak pejabat yang ditunjuk pada posisi-posisi kunci mengumpulkan kekayaan besar-besaran, dalam beberapa kasus mencapai miliaran dolar, yang jumlahnya jauh dari gaji pegawai negeri dan banyak yang disimpan di luar negeri.
Kerajaan tidak sanggup lagi seperti itu. Mereka memiliki penduduk muda yang berkembang pesat dan memerlukan lapangan kerja serta mendanai proyek-proyek yang akan mempekerjakan kaum muda tersebut.

Sumber gambar, Reuters
Putra mahkota yang berusia 32 tahun -yang didukung ayahnya Raja Salman yang berusia 81 tahun- menyasar warga kaya Arab Saudi dengan berbagai alasan.
Dia antara lain ingin mengirim pesan bahwa cara lama untuk berbisnis tidak bisa diterima lagi dan Arab Saudi membutuhkan reformasi dan modernisasi jika ingin bertahan sebagai negara yang berhasil di Abad ke-21.
Pemerintah yang dipimpinnya juga ingin meraih kembali aset-aset pribadi yang disimpan di luar negeri, yang diperkirakan mencapai sekitar US$800 miliar.
______________________________________________________________________

Sumber gambar, Reuters
Sejauh ini sudah 208 orang yang dipanggil untuk ditanya dan tujuh di antaranya sudah dibebaskan tanpa dikenakan dakwaan.
"Potensi dari skala praktik korupsi yang terbongkar amat besar," jelas jaksa agung Syekh al-Mojeb.

Sumber gambar, AFP
"Berdasarkan penyelidikan kami selama tiga tahun belakangan, kami memperkirakan sedikitnya US$100 miliar sudah disalahgunakan melalui korupsi dan penggelapan yang sistematis selama beberapa dekade."
Syekh al-Mojeb menambahkan komite memiliki mandat yang jelas untuk melangkah ke tahap penyelidikan berikutnya dan sudah membekukan rekening bank dari 'orang-orang yang menjadi perhatian'.
"Ada spekulasi meluas di dunia tentang identitas dari para individu bersangkutan dan rincian dari dakwaan atas mereka," tambahnya.
"Untuk menjamin bahwa para individu tetap mendapatkan hak-hak hukum sepenuhnya berdasarkan undang-undang Saudi, kami tidak akan mengungkapkan rincian pribadi lagi pada saat ini. Kami minta privasi mereka dihormati pada saat mereka menjadi subyek dari proses hukum kami."










