AS uji perisai rudal untuk ‘lawan ancaman Korut’

Sumber gambar, AFP/Getty Images
Militer Amerika Serikat mengklaim uji perisai rudal berhasil menembak jatuh simulasi rudal balistik jarak menengah di Samudera Pasifik.
Perisai rudal, atau Terminal High-Altitude Area Defense system (Thaad), memang sengaja dirancang untuk mempertahankan diri dari ancaman Korea Utara.
"Peragaan Thaad yang sukses melawan ancaman rudal balistik antarbenua menguatkan kemampuan negara ini dalam melawan ancaman rudal Korut dan negara lain yang kian berkembang," sebut Badan Pertahanan Rudal AS.
Menurut sejumlah pejabat AS, sistem pertahanan darat itu mampu menangkal seluruh simulasi ancaman rudal yang berjumlah 14 buah sejak uji coba dimulai 10 tahun lalu. Khusus pada uji coba di Alaska, Thaad sanggup menembak jatuh simulasi rudal balistik yang dilesatkan dari pesawat C-17 di sebelah utara Hawaii.

AS telah menempatkan perisai rudal serupa di Guam dan di Korea Selatan. Namun, penempatan perusal rudal di Seongju, Korsel, menuai kemarahan penduduk setempat yang meyakini daerah itu bakal menjadi sasaran Korea Utara di masa mendatang.
Penentangan juga muncul dari Cina yang menilai sistem perisai rudal AS menganggu operasi militer Beijing. Baik Cina maupun Rusia mendesak AS menarik penempatan Thaad dari Korsel.
Akan tetapi, Badan Pertahanan Rudal AS mengatakan kepada Kongres bahwa mereka berencana mengerahkan 50 Thaad pada periode Oktober 2017 hingga September 2018.

Pada 4 Juli lalu, Korut mengklaim sukses melancarkan uji coba pertama rudal balistik antarbenua. Rudal bernama Hwasong-14 itu disebut dapat mengenai "bagian manapun di dunia", namun menurut militer AS rudal tersebut berjarak menengah.
Uji coba perisai rudal hanya berjarak tiga hari setelah militer AS melaksanakan latihan tempur gabungan bersama Korsel dan Jepang. Dalam latihan itu, sebanyak dua pesawat pengebom AS melakoni latihan serangan di dekat zona demiliterisasi yang menjadi perbatasan antara Korsel dan Korut.









