Serangan di makam Khomeini dan parlemen Iran tewaskan 12 orang

Sumber gambar, AFP/Getty Images
Dua insiden yang hampir bersamaan di ibu kota Iran, Teheran, hari Rabu (07/06), menewaskan setidaknya 12 orang, beberapa lainnya luka-luka.
Tak jelas apakah korban tewas ini termasuk pelaku serangan, yang ditembak mati oleh petugas keamanan.
Insiden pertama adalah penembakan di gedung parlemen Iran, yang diikuti kemudian oleh bom bunuh diri di kompleks makam Ayatollah Khomeini di Teheran selatan.
Elias Hazrati, seorang anggota parlemen Iran, mengatakan terdapat tiga pelaku penyerangan.
Pemerintah Iran mengatakan aksi ketiga berhasil digagalkan.

Sumber gambar, FARS
Salah seorang bersenjatakan pistol, dua lainnya dengan senapan serbu AK-47. Kantor berita IRIB menyebutkan penyerang tengah melakukan penyanderaan dan sebuah ledakan terdengar di lantai empat atau lima gedung parlemen.
Sebagaimana dilaporkan kantor berita Fars dan Mehr, pelaku penyerangan melepaskan tembakan ke sejumlah petugas keamanan.

Sumber gambar, EPA
"Dia menembak salah seorang petugas di bagian kaki dan berlari kabur," sebut laporan itu.
Sekitar 30 menit setelah insiden di gedung parlemen mengemuka, lembaga penyiaran IRIB dan kantor berita Fars melaporkan bahwa seorang bersenjata menyerbu masuk kompleks malam Ayatollah Khomeini di bagian selatan Teheran.
Pria itu dilaporkan masuk melalui pintu barat kompleks dan sempat melepaskan tembakan sebelum meledakkan diri menggunakan rompi berisi bom, menurut kepala humas kompeks malam Ayatollah Khomeini, Ali Khalili, kepada kantor berita IRNA.

Kompleks makam pemimpin Revolusi Iran itu terletak sekitar 20 kilometer dari gedung parlemen.
Pada Rabu siang waktu setempat serangan orang-orang bersenjata dinyatakan selesai.
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) sudah mengaku bertanggung jawab melakukan serangan. Mereka mengunggah video yang sepertinya memperlihatkan serangan di dalam gedung parlemen.
Wartawan BBC seksi bahasa Persia, Jenny Norton, mengatakan bahwa serangan ini sangat mengejutkan warga, yang telah terbiasa hidup damai.
Iran relatif lebih stabil, dari sisi keamanan, dari negara-negara tetangga.









