'Amerika Serikat akan menjadi yang pertama', tegas Donald Trump

Sumber gambar, Reuters
Presiden Amerika Serikat yang ke-45, Donald Trump, berjanji bahwa lapangan kerja dan pendidikan akan diperkuat di bawah pemerintahannya.
Dia mengatakan bahwa Amerika Serikat membuat negara-negara lain kaya sementara kesejahteraan, kekuatan, dan keyakinan negara mereka menjadi dirisaukan.
"Satu persatu, pabrik kita meninggalkan pantai kita," tegasnya.
"Mulai hari ini ke depan, akan menjadi Amerika yang pertama, Amerika yang pertama."

Sumber gambar, EPA/KEVIN DIETSCH
"Setiap keputusan dalam perdagangan, pajak, imigrasi, dan kebijakan luat negeri harus memberi keuntungan bagi pekerja Amerika dan keluarga Amerika."
"Kita akan membawa kembali pekerjaan kita. Kita akan membawa kembali perbatasan kita. Kita akan membawa kembali kesejahteraan kita," tambahnya disambut dengan tepuk tangan.
Hal tersebut diungkapkannya dalam pidato setelah diambil sumpahnya sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-45 di Capitol Hill, Washington DC.

Sumber gambar, Getty/Alex Wong
"Saya dengan sungguh-sungguh bersumpah bahwa saya akan setia melaksanakan tugas Presiden Amerika Serikat dan dengan sebaik mungkin dari kemampuan saya melestarikan, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat," sumpahnya sambil mengangkat tangan.
Dia kemudian menyampaikan pidato tanpa membaca naskah.
Dalam pidatonya dia juga menyinggung yang disebutnya sebagai teorisme Islam radikal.
"Kita akan menyatukan dunia yang beradab melawan terorisme Islam radikal, yang akan terkikis sama sekali dari muka bumi."
Pada masa kampanyenya, Trump pernah mengatakan akan menerapkan larangan sementara imigrasi atas umat Islam ke Amerika Serikat sampai, menurutnya, para anggota parlemen mengetahui yang sebenarnya terjadi'.

Sumber gambar, SNS
Didampingi Presiden Barack Obama dan Ibu Negara, Michelle Obama, iring-iringan kenderaan presiden terpilih Amerika Serikat Donald melintasi Pennsylvania Avenue.
Upacara pelantikan dimulai dengan kedatangan Donald Trump bersama istrinya, Melania, ke Gedung Putih untuk minum teh bersama dengan Presiden Barack Obama, dan Ibu Negara, Michelle Obama.
Sebelumnya Trump bersama keluarganya menghadiri kebaktian di Gereja St John's, yang merupakan tradisi dalam pelantikan Presiden Amerika Seirkat.
Sebagai bagian dari tradisi, Obama juga akan meninggalkan sebuah catatan pribadi untuk penerusnya di kantor presiden, Oval Office.

Sumber gambar, Reuters
Di luar Capitol Hill, polisi sempat melepas semprotan merica kepada para pengunjuk rasa yang menentang pelantikan Donald Trump sebagai presiden mereka.
Sekitar 100 pengunjuk rasa mencoba memecahkan jendela beberapa toko sambil mengecam kapitalisme dan Trump.
Namun hingga pelantikan berlangsung, demonstrasi secara umum berlangsung damai, dengan para pengunjuk rasa yang antara lain membawa poster bertuliskan 'Biarkan Kebebasan Berdering' maupun 'Bebaskan Palestina'.
Sementara warga biasa yang sudah mendapatkan karcis untuk menyaksikan pengambilan sumpah Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45, antri dengan tertib di depan Capitol Hill.










