Australia gugat VW terkait tuduhan skandal emisi

Sumber gambar, GETTY IMAGES
Australia menggugat perusahaan otomotif Volkswagen (VW) karena diduga menipu para pelanggan dengan menjual kendaraan-kendaraan yang dimodifikasi untuk mengakali skandal emisi.
Badan pengawas konsumen di negara itu mengklaim Volkswagen Group Australia sengaja menjual lebih dari 57.000 kendaraan tersebut selama jangka waktu lima tahun.
Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) meminta deklarasi publik atas pelanggaran, sanksi denda dan memperbaiki iklannya.
- <link type="page"><caption> Skandal emisi: VW pasang piranti di 11 juta mobil</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150922_majalah_vw_emisi" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Dituduh langgar aturan emisi, VW minta maaf</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/09/150920_majalah_emisi_vw" platform="highweb"/></link>
Volkswagen Australia mengatakan tengah meninjau klaim dari pihak ACCC ini.
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan itu mengatakan tidak berpikir bahwa tindakan pengadilan 'memberikan manfaat praktis bagi para konsumen, karena solusi perangkat lunak untuk sejumlah mobil yang terdampak akan segera ditarik secepatnya'.
"Sebagai buntut dari semua ini, mobil-mobil para pelanggan yang ikut terdampak, akan ditarik secara sukarela," kata manajer direktur Volkswagen Group Australia, Michael Bartsch.
Reaksi global
Gugatan yang diajukan oleh Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC) mencakup 10 model mobil Volkswagen diantaranya jenis kendaraan-kendaraan terlaris seperti Golf, Passat dan Polo.
"Tuduhan ini menyangkut perilaku yang luar biasa serius dan disengaja oleh sebuah perusahaan global," kata Ketua ACCC, Rod Sims dalam sebuah pernyataan.
"Kami mengharapkan standar prilaku yang lebih tinggi dari semua perusahaan yang memasok ke semua konsumen Australia."
Volkswagen, produsen mobil terbesar kedua di dunia, juga menghadapi beberapa tuntutan hukum class action di Australia.
Perusahaan otomotif dari Jerman itu, menderita reaksi global sejak mengungkapkan sekitar 11 juta kendaraannya dilengkapi 'perangkat khusus yang bisa memanipulasi' uji emisi mesin diesel, tahun lalu.
Sejak saat itu, Volkswagen harus membayar denda berjumlah miliaran dolar atau triliunan rupiah kepada regulator dan para pelanggannya di seluruh dunia.
Bulan lalu, Volkswagen mengungkapkan rencananya di pengadilan untuk mengganti rugi semua dealer kendaraan di Amerika Serikat yang terkena dampak skandal tersebut.









