Penangkapan Basri terjadi di pinggir sungai

Sumber gambar, SATGAS TINOMBALA
Basri, tokoh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur pengganti Santoso, tertangkap hampir secara kebetulan sesudah anak buahnya ditemukan tewas karena hanyut di Sungai Puna.
Juru bicara Keplosian RI, Boy Rafli Amar menyebutkan penangkapan terjadi pada pukul 09.00 WITA (08.00WIB).
Disebutkannya, saat itu Satgas Tinombala sedang melakukan patroli mencari sisa-sisa anggota terduga kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dikenal juga sebagai Kelompok Santoso di sekitar perkebunan dusun Gantinadi, desa Tengkura, Kecamatan Poso Pesisir, Poso.
- <link type="page"><caption> Basri, pemimpin terduga kelompok teroris di Poso tertangkap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/09/160914_indonesia_basri_tertangkap" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Jenazah Santoso dimakamkan di Poso</caption><url href=" http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160723_indonesia_pemakaman_santoso" platform="highweb"/></link>
Saat itu kata Boy Rafli, ditemukan laki-laki tersebut dan dilakukan penangkapan.
"Dia mengangkat tangan, menyerah. Tidak ada perlawanan, dan kemudian diketahui laki-laki itu bernama Basri," tambah Boy Rafli.
Basri yang dikenal sebagai pemimpin baru MIT, setelah pendirinya, Santoso, tewas dalam penggrebekan beberapa waktu lalu.
"Basri kemudian mengakui, rekannya Andhika alias Hilal, hanyut, ketika hendak menyeberang dan terbawa arus deras Sungai Puna," tambah Boy.
Mayat Andika -yang juga merupakan salah satu buronan anggota Kelompok Santoso- sudah ditemukan polisi sekitar setengah jam sebelumnya.
Disebutkan, dalam peristiwa itu, ditangkap juga isteri Basri.
- <link type="page"><caption> Kapolri menghimbau anak buah Santoso 'turun gunung'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160722_indonesia_kapolri_anakbuah_santoso.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Polisi 'memastikan' korban tewas adalah Santoso</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160719_indonesia_poso_santoso.shtml" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Santoso tewas, ancaman terorisme 'tak langsung melemah"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160719_indonesia_santoso.shtml" platform="highweb"/></link>
Sepeninggal Santoso, Basri alias Bagong, adalah tokoh yang paling senior di kelompok itu.
"Dia termasuk yang hebat. Pernah berhasil lari dari LP Ambana tahun 2007. Itulah letak kehebatannya," papar Boy Rafli.
Dalam kesempatan lain, Kapolri Tito Karnavian menyebut, penangkapan ini makin melemahkan Kelompok Santoso.
"Kini jumlahnya tinggal 13 orang, dan yang paling senior, Ali Kolara," papar Tito kepada wartawan, di kompleks Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta.
"Tapi berdasarkan pengamatan saya selama bertugas beberapa tahun di Poso, saya menyimpulkan Ali Kalora ini kelasnya jauh di bawah Santoso dan Basri," papar Kapolri.

Sumber gambar, Reuters
Para terduga teroris asal Uighur pun sudah tak ada lagi yang tersisa di Poso.
Betapa pun, kata Tito Karnavian, Operasi Tinombala akan terus dilancarkan, sampai semua anggota Kelompok Santoso tertangkap.
Pertanyaannya, bahkan sesudah semua anggota kelompok ini tertangkap, apakah Poso akan benar-benar bersih dari radikalisme, melihat betapa banyaknya warga yang menghadiri pemakaman Santoso beberapa waktu lalu.









