Jenazah Santoso dimakamkan di Poso

Poso

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pengamanan di Poso pasca peristiwa tewasnya Santoso, Senin lalu.

Jenazah pimpinan Mujahidin Indonesia Timur MIT, Santoso dimakamkan di kampung halaman orang tuanya di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso Sulawewi Tengah, Sabtu siang.

Ribuan orang yang disebutkan merupakan keluarga, dan simpatisan Santoso menghadiri pemakaman yang dilakukan di pemakaman umum yang terletak di dekat kediaman orang tua Santoso di Kecamatan Poso Pesisir, seperti dilaporkan media.

Santoso ditembak mati dalam operasi Tinombala di kawasan pegunungan di Tambarana Poso, bersama dengan satu orang pengikutnya Muchtar.

Jenazah Muchtar dimakamkan di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tavaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

  • <link type="page"><caption> Kapolri menghimbau anak buah Santoso 'turun gunung'</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160722_indonesia_kapolri_anakbuah_santoso.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Polisi 'memastikan' korban tewas adalah Santoso</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160719_indonesia_poso_santoso.shtml" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Santoso tewas, ancaman terorisme 'tak langsung melemah"</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160719_indonesia_santoso.shtml" platform="highweb"/></link>

Satgas Tinombala menangkap istri kedua Santoso, Jumiatun Muslim atau umi Delima, pada Sabtu pagi di Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

"Tadi pagi pukul 09.00 kita menangkap DPO atas nama Jumiatun alias Umi Delima, istri kedua Santoso," jelas Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan.

Satgas masih mengejar sekitar 15 orang pengikut Santoso yang masih melarikan diri termasuk Bashri yang disebut-sebut sebagai pengganti Santoso.

Menyerahkan diri

Kepolisian Indonesia menghimbau anak buah Santoso agar "turun dari gunung" untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

Apabila mau turun gunung, mereka kemungkinan akan memperoleh keringanan hukuman, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Mari turun ke bawah ikuti proses hukum," kata Tito Karnavian kepada wartawan di Jakarta, Jumat (22/07) siang.

"Kalau mereka datang sendiri itu menjadi faktor yang meringankan hukuman mereka," tambahnya.

Tawaran ini dikeluarkan setelah dipastikan bahwa buronan teroris di wilayah Poso, Santoso, telah tewas dalam operasi penyergapan, awal pekan ini.

Diperkirakan ada sedikitnya 19 anak buah Santoso yang belum tertangkap dan diperkirakan masih berada di wilayah pegunungan Sulawesi Tengah