Polisi 'harus netral' dalam selesaikan kasus Tanjung Balai

Polisi belum menetapkan tersangka pelaku perusakan sejumlah biara dan kelenteng di kota Tanjung Balai, Sumut, kecuali menahan sembilan orang.

Sumber gambar, Aliansi Sumut Bersatu

Keterangan gambar, Polisi belum menetapkan tersangka pelaku perusakan sejumlah biara dan kelenteng di kota Tanjung Balai, Sumut, kecuali menahan sembilan orang.
    • Penulis, Heyder Affan
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Polisi diminta bersikap netral dalam menyelesaikan kasus perusakan dan pembakaran sejumlah vihara dan kelenteng di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

"Negara atau polisi harus netral dalam setiap kekerasan berbau agama," kata politisi dan anggota DPR dari PDI Perjuangan, Eva Sundari, kepada BBC Indonesia, Minggu (31/07) malam.

Dia juga meminta polisi tidak mengulangi modus lama yaitu melindungi pelaku perusakan dari kelompok antitoleran karena alasan meredam isu kesukuan, agama dan ras.

"Ini jangan dijadikan modus terus-menerus oleh negara. Nanti kelompok intoleran makin gede (besar) kepalanya," katanya.

Menurutnya, apabila modus seperti diulangi polisi, kelompok intoleran yang melakuan perusakan dan pembakaran tempat ibadah akan "makin berani".

Kepolisian telah menurunkan tim untuk melacak pengguna media sosial yang dituduh penyebab kerusuhan.

Sumber gambar, ALIANSI SUMUT BERSATU

Keterangan gambar, Kepolisian telah menurunkan tim untuk melacak pengguna media sosial yang dituduh penyebab kerusuhan.

"Karena merasa seolah polisi atau pun negara memberi angin kepada mereka, dengan mengorbankan mereka yang sebetulnya korban, dalam hal ini kelompok minoritas," kata Eva.

  • <link type="page"><caption> Baru dua terduga perusuh Tanjung Balai ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160731_indonesia_tanjungbalai_sehari_kemudian" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Tanjung Balai mencekam, toko tutup, belum ada pelaku yang ditangkap</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160730_indonesia_tanjungbalai_update" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Amuk massa di Tanjung Balai, vihara dan kelenteng dibakar</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160730_indonesia_rusuh_tanjung_balai" platform="highweb"/></link>

Sampai Minggu (31/07) malam, polisi belum menetapkan tersangka pelaku perusakan sejumlah vihara dan kelenteng di kota Tanjung Balai, kecuali menahan sembilan orang, kata Kapolri Tito Karnavian

Tujuh adalah terduga pelaku penjarahan dan dua orang lainnya diduga melakukan "kekerasan", kata Tito kepada wartawan setelah bertemu berbagai pihak terkait di Tanjung Balai.

Kepolisian, lanjutnya, telah menurunkan tim untuk melacak pengguna media sosial yang dituduh penyebab kerusuhan.

Salah-satu vihara di Tanjung Balai yang menjadi sasaran serangan perusuh.

Sumber gambar, Aliansi Sumut Bersatu

Keterangan gambar, Salah-satu vihara di Tanjung Balai yang menjadi sasaran serangan perusuh.

"Ada ancaman hukuman bagi mereka yang menyebarkan isu negatif," kata Kapolri.

Bukti melalui CCTV

Temuan awal kepolisian menyebut perusakan sejumlah vihara dan kelenteng di Tanjung Balai diawali permintaan seorang warga agar pimpinan sebuah masjid mengecilkan volume pengeras suara masjidnya.

  • <link type="page"><caption> MUI telaah pengeras suara masjid dan pemutaran kaset mengaji</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150609_indonesia_masjid_ngaji" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Sebagian masjid 'tidak mematuhi' aturan pengeras suara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/06/150626_indonesia_polemik_pengeras_suaramasjid" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Pengeras suara masjid, yang terbantu dan terganggu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150609_trensosial_masjid" platform="highweb"/></link>
Aparat polisi dan TNI berada tidak jauh dari lokasi yang menjadi sasaran perusuh di kota Tanjung Balai, Sumut.

Sumber gambar, ALIANSI SUMUT BERSATU

Keterangan gambar, Aparat polisi dan TNI berada tidak jauh dari lokasi yang menjadi sasaran perusuh di kota Tanjung Balai, Sumut.

Hal ini menimbulkan reaksi penolakan dari sebagian orang. Upaya dialog sudah diupayakan, menurut Kapolri, tetapi kerusuhan pecah beberapa jam kemudian setelah ada provokasi melalui media sosial.

Tito menyebut sudah dilakukan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat termasuk tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama, gubernur Sumut dan wali kota Tanjung Balai, serta pimpinan kepolisian setempat.

Cari akar masalah

Sementara, Kapolda Sumatra Utara Irjen Budi Winarso kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya sudah memiliki bukti-bukti siapa yang menggerakkan perusakan dan pembakaran tempat ibadah di kota Tanjung Balai.

"Kita temukan (melalui barang bukti CCTV) beberapa yang menggerakkan. Ini kayaknya sistematis," kata Budi Winarso.

Warga memadati sebagaian lokasi yang menjadi sasaran serangan para perusuh.

Sumber gambar, ALIANSI SUMUT BERSATU

Keterangan gambar, Warga memadati sebagaian lokasi yang menjadi sasaran serangan para perusuh.

Ada pun anggota Forum kerukunan umat beragama Sumatera Utara, Erwan Effendi mendukung upaya pengusutan siapa aktor di balik kerusuhan Tanjung Balai, tetapi dia meminta akar masalahnya juga dicari.

Dia menduga kerusuhan itu juga puncak dari masalah-masalah yang selama tidak terselesaikan, misalnya soal ekonomi serta pembangunan rumah ibadah.

"Itu (upaya hukum) tidak akan menyelesaikan masalah. Itu (kerusuhan) adalah bagian dari akumulasi masalah-masalah yang muncul. Akar masalahnya harus diselesaikan, misalnya masalah kesenjangan ekonomi," kata Erwan.