Regu penyelamat Malaysia cari belasan WNI korban perahu tenggelam

Perahu pengangkut puluhan WNI tenggelam di perairan Johor, Malaysia, 23 Juli lalu.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Perahu pengangkut puluhan WNI tenggelam di perairan Johor, Malaysia, 23 Juli lalu.

Sedikitnya 15 warga negara Indonesia yang menjadi korban perahu tenggelam di perairan Johor, Malaysia, belum ditemukan sejak Sabtu (23/07). Regu penyelamat Malaysia dilaporkan masih menyisir perairan tersebut.

Upaya pencarian selama beberapa hari terakhir telah mendapatkan 15 jenazah, satu di antara mereka adalah bayi yang masih dalam kandungan ibunya.

  • <link type="page"><caption> Kapal pengangkut WNI tenggelam di Malaysia, puluhan hilang </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160724_indonesia_wni_tenggelam_malaysia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> 'Sulit mengawasi' jalur gelap TKI ilegal dari Malaysia-Indonesia </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/01/160126_indonesia_jalur_ilegal_malaysia" platform="highweb"/></link>
  • <link type="page"><caption> Ditemukan 13 jenazah WNI di perairan Johor, Malaysia</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/01/160126_dunia_kapal_wni_malaysia" platform="highweb"/></link>

Direktur Perlindungan WNI, Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan baru lima jenazah yang bisa diidentifikasi secara visual oleh keluarga mereka di Malaysia. Kelimanya dipulangkan ke Indonesia, pada Rabu (27/06).

Satu jenazah lagi masih dalam proses identifikasi jenazah. Adapun yang belum diidentifikasi keluarga berjumlah sembilan jenazah.

Perahu ini ditumpangi puluhan WNI dari Johor, Malaysia, menuju Batam, Indonesia.

Sumber gambar, KJRI Johor Bahru

Keterangan gambar, Perahu ini ditumpangi puluhan WNI dari Johor, Malaysia, menuju Batam, Indonesia.

Adapun untuk 34 korban selamat, Konsulat Jenderal RI di Johor Bahru sedang mempersiapkan surat perjalanan (SPLP) bagi mereka.

”Diharapkan dalam dua atau 3 hari ke depan proses pemulangan dapat dilakukan. Pemulangan akan dilakukan dengan kapal feri dari Johor menuju Tanjung Pinang. Selanjutnya akan diserahkan kepada RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Center) yang dikelola oleh Dinsosnakertrans Tanjung Pinang untuk dipulangkan ke daerah asal masing-masing,” kata Lalu.

Puluhan WNI tersebut semula menumpang perahu dari Johor, Malaysia, menuju Batam, Indonesia. Di tengah laut mesin perahu tidak berfungsi dan sesaat kemudian perahu dihempas gelombang laut kemudian tenggelam.

Berdasarkan catatan Kemenlu, sejak 2013 telah terjadi 7 peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut WNI. Dari tujuh peristiwa tersebut tercatat sedikitnya 152 orang meninggal dunia dan hilang.