Soal ujian di Kenya tersebar di WhatsApp

Sumber gambar, PA
Badan ujian nasional Kenya dibubarkan karena ditemukannya 'penyimpangan' dalam ujian sekolah menengah tahun lalu, sehingga 5.000 hasil ujian dibatalkan.
Wartawan BBC di ibu kota Nairobi, Ruth Nesoba, melaporkan soal ujian tersebut disebar lewat WhatsApp sebelum ujian berlangsung.
Banyak warga Kenya yang kini mempertanyakan kredibilitas dari hasil ujian itu.
- <link type="page"><caption> Siswa curang saat ujian diancam hukuman penjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/151027_majalah_ujian_penjara" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Mesin terbang tanpa awak mengawasi ujian di Cina</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/06/150608_pendidikan_cina_ujian" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Siswa 'menyontek' terang-terangan di India</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/03/150320_pendidikan_india_nyontek" platform="highweb"/></link>
Kepala badan ujian nasional KNEC, Dr Joseph Kivilu, dan delapan pejabat lainnya sudah diperintahkan untuk memberi keterangan kepada polisi.
Koran The Nation dalam edisi Oktober 2015 sudah melaporkan bahwa soal ujian dijual senilai 1.000 shilling Kenya atau sekitar Rp133.000 namun dibantah oleh Dr Kivilu yang menyebut laporan itu tidak benar.
Dia kemudian mendesak para murid untuk tidak mempercayai soal yang tersebar lewat WhatsApp dan tetap melaksanakan ujian yang menurutnya tetap kredibel.
Namun ketika hasilnya diumumkan awal Maret ini, Menteri Pendidikan Fred Matiang'i mengumumkan 5.000 hasil ujian dibatalkan.
Kepada stasiun radio Capital FM Kenya, dia menjelaskan terdapat peningkatan kecurangan dalam ujian sebesar 70% dibanding tahun 2014 lalu.











