Dua etnik Uighur tewas ditembak di Poso, pergerakan kelompok Santoso 'kian sempit'

Sumber gambar, Reuters
Sebanyak dua orang etnik Uighur yang diduga anggota kelompok Santoso tewas ditembak dalam operasi gabungan TNI-Polri di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi, mengatakan kepastian bahwa kedua orang tersebut merupakan etnik Uighur didapat dari Azis, seorang anggota Santoso yang sebelumnya ditangkap.
“Tadi malam dia melihat kedua korban di Rumah Sakit Bhayangkara. Dua-duanya adalah warga negara asing dan mereka bergabung dengan Santoso,” ujar Rudy kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.
Kedua warga etnik Uighur tersebut bernama Magalasi Bahtusan (alias Faruk) dan Nuretin (alias Abdul).
- <link type="page"><caption> Terdakwa terorisme warga Uighur divonis enam tahun</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150729_indonesia_vonis_uighur" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Terlibat kelompok militan di Indonesia, tiga warga Uighur dipenjara</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150713_indonesia_uighur_vonis" platform="highweb"/></link>
- <link type="page"><caption> Pengamat terorisme: Jaringan Santoso merekrut orang-orang Bima</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160215_indonesia_santoso_bima_ntb" platform="highweb"/></link>
Menurut Rudy, keduanya bergabung dengan Santoso pada 2015 lalu.
“Secara keseluruhan ada enam warga Uighur yang ikut Santoso, dua di antara mereka meninggal dunia. Berarti masih ada empat orang lagi,” kata Rudy.


Sumber gambar, AFP
Kedatangan orang Uighur
Kedatangan orang-orang Uighur di Poso diperkirakan lantaran adanya seruan atau imbauan Santoso di media sosial bahwa orang Asia yang ingin bergabung dengan ISIS, harus belajar dan latihan di Poso terlebih dahulu.
"Bisa jadi imbauan di medsos itulah yang memotivasi adanya warga negara asing yang bergabung dengan kelompok Santoso di Poso,” ujar Rudy.
Tapi analisis lain disodorkan pengamat terorisme Solahudin.

Sumber gambar, AFP
Keberadaan orang-orang etnik Uighur dari Provinsi Xinjiang, Cina, di kawasan Poso, menurut Solahudin, dilatarbelakangi oleh koordinasi antara Mujahidin Indonesia Timur dan kelompok ISIS.
ISIS di Suriah, menurut Solahudin, meminta kelompok MIT pimpinan Santoso untuk memberi pelatihan tempur kepada orang-orang etnik Uighur.
Namun, tidak semua orang etnik Uighur bisa masuk Poso. <link type="page"><caption> Beberapa di antara mereka terjaring operasi polisi dan TNI dan kemudian diadili</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150729_indonesia_vonis_uighur" platform="highweb"/></link>.
Pergerakan Santoso
Kedua orang etnik Uighur tewas manakala TNI dan Polri menggelar Operasi Tinombala. Kedua kubu terlibat baku tembak di Desa Tabalosa, Kecamatan Lore Piore, Kabupaten Poso, pada Selasa (15/03) pagi waktu setempat.
Kasatgas Operasi Tinombala Kombes Leo Bona Lubis mengatakan baku tembak terjadi lantaran pihaknya terus mempersempit ruang gerak kelompok Santoso.
“Ruang gerak mereka sudah terbatas menjadi sekitar 30 kilometer per segi. Sebelumnya mereka beroperasi di ratusan kilometer per segi,” kata Leo yang juga menjabat Wakapolda Sulteng.










