Terduga teroris warga Uighur akan divonis di PN Jakut

Bersama tiga rekannya sesama warga Uighur, Ahmed Bozoglan, yang berusia 27 tahun, ditangkap aparat kepolisian di Poso, Sulawesi Tengah, pada pertengahan September 2014 lalu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Bersama tiga rekannya sesama warga Uighur, Ahmed Bozoglan, yang berusia 27 tahun, ditangkap aparat kepolisian di Poso, Sulawesi Tengah, pada pertengahan September 2014 lalu.

Seorang pria etnis Uighur,Cina akan divonis di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (29/7) siang, untuk dakwaan tindak terorisme di Indonesia dengan bergabung kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Poso, Sulteng.

Bersama tiga rekannya sesama warga Uighur, Ahmed Bozoglan, yang berusia 27 tahun, <link type="page"><caption> ditangkap aparat kepolisian di Poso</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/09/140914_penangkapan_terduga_anggota_isis_palu" platform="highweb"/></link>, Sulawesi Tengah, pada pertengahan September 2014 lalu.

Keterangan awal polisi Indonesia menyatakan, mereka diduga terkait kelompok Negara Islam atau ISIS di Indonesia. Mereka ditangkap bersama seorang anggota kelompok <link type="page"><caption> Majelis Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/09/140914_penangkapan_terduga_anggota_isis_palu" platform="highweb"/></link>.

Keterangan awal polisi Indonesia menyatakan, mereka diduga terkait kelompok Negara Islam atau ISIS di Indonesia. Mereka ditangkap bersama seorang anggota kelompok Majelis Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Keterangan awal polisi Indonesia menyatakan, mereka diduga terkait kelompok Negara Islam atau ISIS di Indonesia. Mereka ditangkap bersama seorang anggota kelompok Majelis Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso.
Bersama tiga rekannya sesama warga Uighur, Ahmed Bozoglan, yang berusia 27 tahun, ditangkap aparat kepolisian di Poso, Sulawesi Tengah, pada pertengahan September 2014 lalu.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Bersama tiga rekannya sesama warga Uighur, Ahmed Bozoglan, yang berusia 27 tahun, ditangkap aparat kepolisian di Poso, Sulawesi Tengah, pada pertengahan September 2014 lalu.

Pada pertengahan Juli lalu, tiga rekannya yaitu Ahmet Mahmut, 20, Altinci Bayram, 29, dan Tuzer Abdul Basit, 23, <link type="page"><caption> telah divonis bersalah melakukan "konspirasi jahat" </caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/07/150713_indonesia_uighur_vonis" platform="highweb"/></link>dan dianggap melanggar Undang-undang terorisme.

Kuasa hukum terdakwa, Asludin Hatjani mengatakan, empat kliennya itu bukanlah anggota teroris seperti didakwakan jaksa penuntut, melainkan turis.

"Di Poso, Sulteng, 'kan ada danau Poso yang indah. Mereka tertarik untuk wisata ke lokasi itu," kilah Asludin kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (29/07) pagi.

Wilayah Poso, Sulteng, dikenal sebagai salah-satu basis aktivitas latihan militer kelompok terduga teroris pimpinan Santoso alias Abu Wardah, yang telah mendeklarasikan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Wilayah Poso, Sulteng, dikenal sebagai salah-satu basis aktivitas latihan militer kelompok terduga teroris pimpinan Santoso alias Abu Wardah, yang telah mendeklarasikan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Wilayah Poso, Sulteng, dikenal sebagai salah-satu basis <link type="page"><caption> aktivitas latihan militer kelompok terduga teroris pimpinan Santoso</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150401_latihan_militer_poso" platform="highweb"/></link> alias Abu Wardah, yang telah mendeklarasikan diri bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Etnis Uighur yang kebanyakan hidup di wilayah Xinjiang, Cina, mayoritas beragama Islam, dan mereka digambarkan hidup di bawah tekanan Beijing.

Sebagian warga Uighur menuntut pemisahan diri dari Cina. Sebagian aksi perlawanan kaum Uighur terhadap Beijing dilakukan dengan menggunakan kekerasan.