Kepala Basarnas: Belum ada korban jiwa akibat gempa di Mentawai

Sejumlah warga di Kota Padang berhamburan ke luar rumah sesaat setelah gempa melanda.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sejumlah warga di Kota Padang berhamburan ke luar rumah sesaat setelah gempa melanda.

Kepala Badan SAR Nasional, Bambang Soelistyo, mengatakan belum ada korban jiwa akibat <link type="page"><caption> gempa yang melanda kawasan Kepulauan Mentawai</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160302_indonesia_gempa_mentawai" platform="highweb"/></link>, Provinsi Sumatera Barat, pada Rabu (02/03) malam pukul 19.49 WIB.

Bambang mengaku telah mendapat laporan dari kantor SAR di kota Padang dan Mentawai mengenai imbas gempa.

“Belum ada korban jiwa. Masyarakat memang menuju ke tempat ketinggian yang dianggap aman, tapi itu tidak masalah. Sampai betul-betul clear tidak ada tsunami, mereka bisa pulang ke rumah masing-masing,” kata Bambang kepada BBC Indonesia.

Sebagai langkah antisipasi, Bambang mengatakan telah menyiagakan sedikitnya 100 petugas di beberapa tempat di Sumatera.

“Kapal telah disiapkan di Sibolga, Padang, dan Palembang. Kekuatan udara juga nanti akan kita tambah dari pusat,” ujarnya.

Masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Sementara itu, <link type="page"><caption> di kepulauan Mentawai, situasi dilaporkan aman</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160302_indonesia_mentawai_gempa" platform="highweb"/></link>.

“Gempa terasa lebih dari dari lima menit, saat ini sebagian warga masih ada yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Tapi, ada juga yang sudah kembali ke rumah masing-masing," ungkap Zulharman, warga Siberut kepada BBC Indonesia.

"Warga di Siberut sempat mendapat peringatan tsunami dari pemerintah setempat, tapi saat ini masih banyak warga yang tinggal di pesisir, belum meninggalkan rumah mereka. Peringatan tsunami tidak diterima dengan jelas oleh warga," katanya.

Gempa bumi bukan pertama kali terjadi di perairan sekitar Kepulauan Mentawai. <link type="page"><caption> Pada 2010, gempa bawah laut berkekuatan 7,7 pada skala Richter melanda kawasan tersebut</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2010/10/101026_quakeupdate" platform="highweb"/></link>.

Sementara pada 2004, gempa dengan kekuatan 9,1 skala Richter mengguncang Aceh dan sekitarnya, menyebabkan 230.00 orang meninggal dunia, sebagian besar korban adalah warga Aceh.