Warga di Mentawai langsung ke tempat yang lebih tinggi

Padang

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Warga Padang mencari perlindungan dengan menggunakan berbagai moda transportasi setelah gempa kuat pada Rabu (02/03) malam.

Gempa berkekuatan 7,8 pada skala Richter yang mengguncang kawasan Sumatera bagian barat, Rabu (02/03) malam, terasa sekitar lima menit di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai.

"Gempa terasa lebih dari dari lima menit, saat ini sebagian warga masih ada yang mengungsi ke dataran yang lebih tinggi. Tapi, ada juga yang sudah kembali ke rumah masing-masing," ungkap Zulharman, warga Siberut kepada BBC Indonesia.

"Warga di Siberut sempat mendapat peringatan tsunami dari pemerintah setempat, tapi saat ini masih banyak warga yang tinggal di pesisir, belum meninggalkan rumah mereka. Peringatan tsunami tidak diterima dengan jelas oleh warga," katanya.

Marjina, warga di Sikakap, kepada kantor berita Associated Press mengatakan bahwa gempa terasa tak begitu kuat, namun peringatan tsunami sempat membuat warga desa panik dan mereka menuju ke tempat-tempat yang lebih tinggi.

Di Padang, Sumatera Barat, gempa juga membuat warga keluar rumah untuk mencari perlindungan.

Gempa terjadi pada sekitar pukul 19.49 WIB itu berpusat di perairan sejauh 682 kilometer sebelah barat daya Kepulauan Mentawai, dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa semacam ini berpotensi menyebabkan kerusakan, namun Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, mengatakan pusat gempa jauh dari daratan.

Biro Meteorologi Australia mengeluarkan peringatan untuk Kepulauan Cocos dan Christmas namun tidak meminta warga mengungsi.

Badan di Australia juga mengeluarkan peringatan tsunami, tapi kemudian dicabut.

Terjadi beberapa gempa besar di kawasan barat Sumatera, yang terbesar pada 26 Desember 2004 dengan kekuatan 9,1 skala Richter, yang menewaskan tak kurang 230.000 orang di kawasan.

Sebagian besar korban adalah warga Aceh.