Pemerintah siapkan solusi atasi harga pangan akibat banjir
Hujan deras dan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia dalam kurun dua pekan terakhir antara lain dinilai sebagai penyebab kenaikan harga pangan.
Parmo, pedagang cabai di Pasar Tanah Abang, Jakarta, terpaksa <link type="page"><caption> menaikkan harga dagangannya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160215_indonesia_bps_pangan.shtml" platform="highweb"/></link>.
"Cabai itu naiknya rata-rata sembilan, sepuluh ribu (rupiah). Dari 20 (ribu rupiah), jadi 30 (ribu rupiah). Itu belanjanya. Jualnya (menjualnya) di sini 40 (ribu rupiah)," kata Parmo.
Kenaikan harga akibat musim hujan ini sudah diprediksi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Sumber gambar, Reuters
Tapi Kepala BPS Suryamin menegaskan bahwa hal ini hanya berdampak pada beberapa komoditas.
Asuransi bagi petani
"Yang tanaman yang musiman itu ... bawang, cabai, cabai rawit, cabai merah, bawang merah. Sayur-mayur, pasti akan terpengaruh, tapi kalau tanaman yang bulanan yang agak panjang, saya kira tidak akan terpengaruh," kata Suryamin.
Naiknya harga pangan yang bersifat musiman, menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gardjita Budi, terjadi setiap tahun. Oleh karena itu Kementerian Pertanian sudah memiliki solusi.

Sumber gambar, Reuters
"Ada program asuransi untuk petani, itu mulai tahun kemarin. Bila ada kerusakan segala macam, nanti ada kompensasi dalam batas tertentu," jelas Gardjita.
Sedangkan Edi Saputra, seorang Petani di Sumatera Selatan mengatakan para petani umumnya menanam di padi di musim kemarau dan ketika musim hujan datang beralih profesi seperti mencari ikan.
BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia masih akan dilanda <link type="page"><caption> hujan hingga akhir Februari</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/02/160214_indonesia_banjir_waspada.shtml" platform="highweb"/></link>.









