Puncak musim hujan, masyarakat diimbau waspada bencana

banjir

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Genangan air setelah hujan lebat kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas.
    • Penulis, Rizki Washarti
    • Peranan, Wartawan BBC Indonesia

Memasuki puncak musim hujan, masyarakat diimbau mengantisipasi cuaca dan bersiaga dalam menghadapi hujan lebat agar terhindar dari bencana.

Hal ini diungkap Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Andi Eka Sakya hari Minggu (14/02) sore.

Meski demikian, Andi menjelaskan bahwa curah hujan pada musim hujan tahun 2016 ini tidak sebanyak pada <link type="page"><caption> tahun-tahun sebelumnya</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2012/11/121123_peringatan_banjir" platform="highweb"/></link>.

"Kita katakan sebenarnya dari 70% wilayah Indonesia, itu di bawah normal istilahnya (curah hujannya). Tidak terlalu tinggi," kata Andi.

Beberapa wilayah di Indonesia yang sempat dilanda banjir pun pada hari Minggu sudah normal kembali.

"Ya kemarin banjir, tapi sekarang sudah surut, sudah gak lagi. Kemarin banjir di Pangkal Pinang, tapi sekarang sudah surut," kata Mega, warga pulau Bangka.

Banji

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Hujan lebat diprediksi akan terjadi di Jabodetabek pada 15-17 Februari 2016.

Solusi banjir

Kepala BMKG Andi Eka Sakya menuturkan meski intensitas hujan tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya, banjir dan longsor tahun ini tetap terjadi karena beberapa hal.

"Problemanya di kota-kota kita, itu daya serapnya juga sudah semakin rendah, istilahnya kalau Jakarta saja, kalau saya boleh bicara Jakarta atau di kota-kota besar itu, sudah kurang dari 20% (daerah resapannya)," ungkap Andi.

Oleh karena itu dia menyarankan agar masyarakat membuat biofori, sumur resapan atau bahkan membersihkan sungai-sungai dari sampah untuk mencegah terjadinya banjir.

Sementara itu, pada hari Minggu hujan deras dan angin kencang menyebabkan atap gerbal Tol Cikunir 2 di ruas jalan Jakarta-Cikampek roboh sehingga lalu lintas terpaksa dialihkan.

BMKG pun memberi peringatan bahwa hujan lebat masih akan terjadi di Jabodetabek dari tanggal 15 hingga 17 Februari.