Sambut Hari Antikorupsi, pegiat kecam DPR

Anti Setya Novanto
Keterangan gambar, Pegiat antikorupsi menyindir DPR karena dianggap melindungi Ketua DPR Setya Novanto.

Puluhan anak muda menghentakkan kaki, ikut bernyanyi bersama band Efek Rumah Kaca.

Sepintas terlihat seperti konser musik anak muda, tapi sebenarnya itu adalah bagian dari 'Aksi Bersihkan DPR' yang digelar oleh para pegiat antikorupsi.

Kegiatan yang digelar di depan gedung DPR/MPR Jakarta pada Selasa (08/12) itu bertujuan untuk menyambut Hari Antikorupsi Dunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember.

Namun Hendrik Rosdinar, selaku koordinator aksi, mengatakan kegiatan mereka juga adalah sindiran terhadap DPR.

"Kita semua bisa melihat dengan jelas DPR bersatu padu untuk melindungi pimpinan mereka yang terbukti telah melakukan pelanggaran etik," kata Hendrik.

"Bahkan pelanggaran etik ini disinyalir ada kaitannya dengan skenario korupsi," tambah Hendrik.

hari antikorupsi
Keterangan gambar, Band musik Efek Rumah Kaca ikut memeriahkan aksi Hari Antikorupsi Dunia.

Berawal dari media sosial

Dia memberi contoh bahwa kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang dilakukan oleh ketua DPR Setya Novanto adalah salah satunya.

Oleh karena itu mereka pun menuntut agar Setya Novanto dicopot.

Kegiatan di depan DPR/MPR tersebut diikuti kurang dari 50 orang, namun meliputi berbagai elemen seperti pegiat antikorupsi dan juga ibu rumah tangga.

Fransisca Helmaria adalah seorang ibu rumah tangga yang mengikuti aksi damai ini karena mengetahuinya dari Facebook.

"Saya melihat betapa sulitnya orang-orang mencari pekerjaan, mencari nafkah dengan cucuran keringat yang luar biasa tetapi hilang begitu saja (masalah tersebut) oleh satu perbuatan yang memalukan negara," kata Fransisca.

Agar kegiatan mereka yang juga meliputi aksi teatrikal ini membuahkan hasil, Hendrik memberi saran kepada masyarakat untuk memilih calon yang bebas dari korupsi pada pilkada pada Rabu besok (09/12).