Kapal ditemukan, semua awak termasuk dua WNI, selamat

Sumber gambar, Getty
Kapal kargo Malaysia yang dilaporkan hilang sejak 7 September lalu, telah ditemukan di sekitar pelabuhan Miri, negara bagian Sarawak.
Iskandar Haji Bujang dari Dinas Maritim Malaysia (MMEA) mengungkapkan kapal MV Sah Lian itu pertama kali terlihat sekitar pukul 05.00 Kamis (10/9) pagi, oleh awak sebuah kapal lain yang kemudian melaporkannya kepada MMEA.
"Ketika kapal penyelamat dari MMEA tiba di lokasi, kapal sudah tak ada. Rupanya terombang-ambing di lautan, terbawa arus. Tapi kemudian ditemukan," kata Iskandar Haji Bujang kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.
"Sekarang semuanya sedang dalam perjalanan ke Limbang."
Selain dua orang Indonesia, ke-14 awak kapal terdiri dari berbagai kebangsaan, antara lain Malaysia, Myanmar, dan India.
Diberitakan, kapal Sah Lian mengangkut bermacam kargo, antara lain produk besi dan makanan dari Kuching, ibukota Sarawak menuju Limbang, dan <link type="page"><caption> dilaporkan hilang pada 7 September</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/09/150909_indonesia_kapal" platform="highweb"/></link>.
'Gangguan mesin'
Nilai barang yang diangkut sekitar RM1juta, atau lebih dari Rp3 miliar sementara kapalnya sendiri berharga sekitar RM1,5 juta.
"Semua barang itu masih ada. Jadi hilangnya kapal tanggal 7 September itu bukan karena perompakan seperti yang dicemaskan," tambah Iskandar Bujang.
"Kapal itu mengalami gangguan mesin, sehingga terlunta-lunta di laut."
Kapal MV Sah Lian bertolak meninggalkan Kuching pada September 2, dan terakhir kali membuat kontak ketika berada di perairan Tanjung Sirik, pada 3 September.
Kapal itu dijadwalkan tiba di Pelabuhan Limbang, 5 September. Namun hingga 7 September tak diketahui rimbanya, dan dilaporkan hilang.









