Identifikasi korban kapal karam, tim DVI Polri masih ditunggu

Sumber gambar, Getty
Sejumlah jenazah korban kapal karam di Malaysia sudah dipulangkan, namun Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia masih menunggu tim forensik DVI Polri untuk mengidentifikasi puluhan jenazah lain.
<link type="page"><caption> Kapal itu tenggelam di perairan Malaysia, 3 September lalu</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150903_dunia_malaysia_karam" platform="highweb"/></link>, menewaskan 62 dari 83 penumpangnya, "dipastikan semuanya orang Indonesia," kata Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia.
"Seluruhnya yang sudah diidentifikasi, 30 orang. Kami akan memulangkannya secara bertahap."
Ditambahkan Hermono, KBRI memulangkan 11 jenazah yang sudah dikenali pada Selasa (8/9). <link type="page"><caption> Sebelumnya, tujuh jenazah telah dipulangkan pada Senin (7/9)</caption><url href="http://www.bbc.com/indonesia/dunia/2015/09/150907_indonesia_kapal_selangor" platform="highweb"/></link>.
"Sisanya menunggu proses administrasi dan rilis dari Rumah Sakit. Sesudah itu, akan diproses untuk dipulangkan."
Disebutkan Hermono, yang sangat ditunggu sekarang adalah tim DVI dari kepolisian Indonesia, untuk melakukan pemeriksaan post mortem.
"Khususnya untuk pemeriksaan DNA, jasad-jasad itu sudah tak bisa dikenali lagi secara visual, juga tak ada dokumen yang bisa memberi petunjuk tentang identitasnya. Sehingga satu-satunya cara untuk mengidentifikasi, kemungkinan adalah DNA."
Menurut Hermono, seharusnya tim DVI Indonesia tiba di Kuala Lumpur hari Selasa ini.

Sumber gambar, Getty
Kapal kayu yang tenggelam itu diyakini mengangkut para pekerja Indonesia yang tidak memiliki dokumen perjalanan lengkap.
Pihak berwenang Malaysia menyebut kapal terbalik sebelum tenggelam dekat Kota Sabak Bernam di Negara Bagian Selangor, pada Kamis (03/09).
"Itu bukan kapal penumpang, sehingga tidak ada manifes penumpang," papar wakil Dubes RI Hermono.
Hermono menyebutkan bahwa Badan Maritim Malaysia mengatakan kapal berukuran sekitar panjang 15 meter dan lebar 3 meter itu berkapasitas 20 orang.
"Kenyataannya mengangkut lebih dari 80 orang, jadi kelebihan beban hingga empat kali lipat," papar Hermono.
Tim SAR Malaysia mengerahkan tujuh kapal dinas penjaga pantai, tiga kapal Angkatan Laut Malaysia, satu kapal Polisi Malaysia dan tiga pesawat terbang untuk mencari korban.
Sebelumnya, Juni lalu, sebuah kapal yang mengangkut 97 migran asal Indonesia karam di perairan bagian barat Malaysia, mengakibatkan puluhan orang tewas.









