Siapa lagi anggota DPR di kampanye Donald Trump?

Sumber gambar, Getty
- Penulis, Ging Ginanjar
- Peranan, BBC Indonesia
Sejumlah anggota DPR akan melaporkan Setya Novanto dan Fadli Zon di Mahkamah Kehormatan Dewan DPR, Senin 7 September, karena menghadiri jumpa pers kampanye pengusaha terkenal dan bakal calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Namun ternyata selain kedua pimpinan DPR, masih ada anggota DPR lainnya yang hadir, antara lain dari PDI Perjuangan dan bahkan seorang staf khusus presiden.
Menurut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, kehadiran Setya Novanto dan Fadli Zon dalam acara Donald Trump itu tidak etis.
"Hari Senin (07/09) ini kami akan menghadap ke Mahkamah Kehormatan Dean, MKD, terkait indikasi adanya pelangagran etika oleh pimpinan DPR karena menghadiri suatu jumpa pers salah satu bakal calon presiden AS dari Partai Republik, yaitu DOnald Trump," kata Budiman kepada BBC Indonesia.
"Dalam posisi sebagai Ketua dan pimpinan DPR, menghadiri suatu acara sangat politis sangat mudah ditafsirkan sebagai keberpihakan, bisa mengakibatkan persoalan-persoalan di kelak kemudian hari," tambahnya.
Budiman menambahkan bahwa dalam jumpa pers itu Donald Trump memperkenalkan Setya Novanto sebagai Ketua DPR, dan bukan sebagai mitra bisnis..
Budiman lebih jauh menyarankan agar Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon menon-aktifkan diri untuk sementara, untuk menghindari konflik kepentingan selama pemeriksaan Mahkaham Kehormatan Dewan.
Pengalihan isu?

Sumber gambar, Getty
Namun politisi Golkar Ali Mochtar Ngabalin menuding, niat Budiman Sudjatmiko sekadar upaya untuk mengalihkan persoalan dari berbagai masalah politik dan ekonomi yang tak mampu dihadapi oleh para politikus PDIP.
"Tak ada yang salah dengan apa yang dilakukan Ketua DPR dan rombongan," katanya.
"Saat itu, Setya Novanto dan sejumlah anggota DPR lain termasuk Fadli Zon, juga Ketua BURT Roem Kono, anggota dari PDIP Yuliari Batubara, anggota DPR dari Golkar, Satya Widya Yudha, Ketua BKSAP dari Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf, bertemu dengan Donald Trump di lantai 26 Trump Plaza," papar Ali Mochtar Ngabalin.
"Dan Donald Trump meminta mereka untuk menyaksikan jumpa pers dia. Sesudah jumpa pers selesai, pas keluar, Trump bertemu dengan rombongan DPR, lalu kembali lagi berbicara di podium (memperkenalkan Setya Novanto dkk). Jadi apa yang salah dari peristiwa besar itu?"
Di rekaman video, tampak Setya Novanto, Fadli Zon dan sejumlah anggta DPR lain, berdiri di belakang Donald Trump bersama sejumlah perempuan yang memampang poster dukungan.
Trump sendiri dalam pernyataannya antara lain mengecam Presiden Barack Obama, sementara Setya Novanto dan lainnya sesekali turut bertepuk tangan menyambut ucapan Donald Trump.
Budiman Sudjatmiko menegaskan jika benar maka anggota DPR dari PDIP pun akan diperkarakan di MKD.
"Ini bukan persoalan partai. Ini soal kepatutan etika," tegas Budiman.
Staf khusus presiden

Sumber gambar, GETTY IMAGES
Lebih jauh lagi, berbagai media, dalam rombongan terdapat pula utusan khusus bidang kemaritiman Eddy Pratomo.
Kepala Staf Presiden, Teten Masduki mengatakan kepada BBC, bahwa perjalanan Eddy Pratomo bukan atas penugasan presidenn karena tidak adanya alokasi anggaran keberangkatannya ke Amerika Serikat.
Selain itu, jabatannya sebagai utusan khusus bidang kemaritiman soal batas wilayah Indonesia-Malaysia juga tak memiliki relevansi dengan misi rombongan DPR maupun kehadiran para petinggi DPR di acara Donald Trump.
Rombongan DPR berada di Amerika Serikat untuk mengikuti acara International Parliamentary Union atau Uni Parlemen Internasional.
Dalam rombongan itu terdapat pula antara lain Wakil Ketua Komisi I DPR dari Golkar, Tantowi Yahya, dan Ketua Komisi III dari Golkar, Aziz Syamsuddin,
Kunjungan tersebut kemudian diperpanjang, yang ternyata salah satunya adalah untuk menghadiri acara Donald Trump.









