Pengungsi Rohingya, "kelaparan dan kelelahan"

Sumber gambar, AFP
Sejumlah pengungsi Bangladesh dan Rohingya dari Myanmar mengatakan mereka kelelahan dan kelaparan selama berada di kapal yang disebutkan berlayar dari Thailand.
Sekitar 14 pengungsi sakit dan sembilan orang diantaranya dirawat di RS Cut Mutia Lhoksumawe
"Kami hanya diberi makan dan minum sedikit ketika berada di kapal, " jelas Tarhib Ahmad pengungsi dari Bangladesh.
Ahmad mengatakan mereka berniat untuk ke Malaysia untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
Dipindahkan
Ratusan pengungsi Bangladesh dan Rohingya dari Myanmar di Aceh Utara menempati lokasi penampungan baru di Tempat Pelalangan Ikan atau TPI Kuala Cangkoi sejak Rabu (13/05) malam.
Empat bangunan di TPI ini belum pernah digunakan, dan Pemerintah daerah Aceh Utara menganggap lokasi pengungsian baru ini dapat menampung pengungsi yang berjumlah lebih dari 500 orang.
Juru bicara Pemkab Aceh Utara Amir Hamzah menyatakan fasilitas sanitasi di TPI Kuala Cangkoi lebih baik dibandingkan GOR Lhoksukon yang ditempati pengungsi setelah diselamatkan oleh nelayan pada Minggu (10/05).
"Di sini ada WC, air dan lebih luas," jelas Amir Hamzah.
"Ini lokasi paling dapat menampung mereka yang ada di Aceh Utara selama belum dipindahkan oleh imigrasi," tambahnya.
Amir mengatakan pendataan terhadap ratusan pengungsi masih dilakukan.












