Badrodin Haiti akan mendukung KPK

Badrodin Haiti
Keterangan gambar, Badrodin Haiti memiliki beberapa prioritas sebagai kepala polisi Republik Indonesia
Waktu membaca: 1 menit

Kerjasama dengan lembaga lain termasuk KPK merupakan salah satu prioritas utama Badrodin Haiti sebagai Kapolri.

Hal ini ia sampaikan usai dilantik di Istana Negara pada hari Jumat (17/04).

"Konkretnya, kita akan mem-back up (mendukung) sepenuhnya. Karena korupsi itu bukan hanya tantangan bagi KPK, tapi tantangan bagi kita semua, aparat penegak hukum dan bangsa Indonesia," kata Badrodin.

Namun prioritas pertamanya sebagai <link type="page"><caption> Kapolri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2015/04/150414_audio_badrodin_fitnpropertest" platform="highweb"/></link> adalah meningkatkan solidaritas antar personil Polri.

Badrodin juga menjelaskan terdapat beberapa hal yang perlu ditangani secara mendesak yakni kejahatan seperti begal, dan juga korupsi, terorisme dan narkoba.

Badrodin Haiti

Sumber gambar, BB

Keterangan gambar, Badrodin Haiti ketika diambil sumpah jabatan di Istana Negara Jumat (17/04)

Calon wakapolri

Ditanya mengenai wakil kepala polisi Republik Indonesia yang akan mendampinginya bertugas, Badrodin mengatakan belum dapat berkomentar banyak.

"Nanti kita wanjakan (bahas bersama badan internal polri). Kita belum bisa tahu siapa nama-nama yang disetujui oleh Wanjak itu," jelas Badrodin.

Sementara itu, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan bahwa hal tersebut bergantung kepada Kapolri.

Pemilihan Badrodin Haiti sebagai Kapolri dinilai pengamat dapat <link type="page"><caption> meredamkam "kisruh"</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/04/150414_badrodinhaiti_ujikelayakan" platform="highweb"/></link> antara Polri dan KPK yang belum lama ini berlangsung.

Namun fraksi-fraksi di DPR menginginkan Komjen <link type="page"><caption> Budi Gunawan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/forum/2015/02/150216_forum_budigunawan.shtml" platform="highweb"/></link> sebagai calon Wakapolri, yang oleh berbagai kalangan justru akan menimbulkan kontroversi baru.