Terduga tokoh teroris Poso tewas

Densus 88 beberapa kali melakukan operasi penyisiran jaringan teroris Poso

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Densus 88 beberapa kali melakukan operasi penyisiran jaringan teroris Poso

Polisi meyakini bahwa seorang yang tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan di Kabupaten ParimoSulawesi Tengah, Jumat (3/4) adalah terduga teroris Daeng Koro, namun untuk kepastiannya masih akan dilakukan pemeriksaan DNA.

Juru bicara kepolisian, Kombes Pol Drs. Agus Rianto kepada Ging Ginanjar dari BBC Indonesia mengungkapkan, Sabar Subagyo alias Mas Koro alias Daeng Koro, adalah salah satu pemimpin kelompok teroris jaringan Santoso di Poso.

"Jumat kemarin terjadi kontak tembak antara tim gabungan Densus 88 dan Polda Sulteng, dengan sekelompok orang bersenjata di pegunungan Sakina Jaya, daerah Parigi. Salah salah satunya meninggal dunia. Kami sudah evakuasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kita lakukan identifikasi, ternyata dia adalah Daeng Koro. Tapi kami masih harus cross check dan mencocokan DNA-nya dengan keluarganya yang ada di Makasar," papar Agus Rianto.

"Dalam penyergapan itu, kami menyita dua pucuk senjata semiotomatis M-16 dan sejumlah senjata rakitan.

Ditanya, mengapa polisi tidak menangkap hidup-hidup, Agus Rianto menjawab, "Anda harusnya menanyakan hal itu bukan kepada kami, melainkan kepada mereka: mengapa mereka tidak mau menyerah."

Menurut Agus, berdasarkan informasi yang diperoleh polisi, sekelompok terduga teroris jaringan Santoso Abu Wardah yang sudah lama diburu polisi, tampak di sekitar pegunungan Sakina Jaya.

Polisi dalam penggerebekan teroris sebelumnya di Poso

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Polisi dalam penggerebekan teroris sebelumnya di Poso

Ketika dilakukan penyergapan ke sebuah pondok di atas gunung, kata Agus Riyanto, kelompok yang ditaksir berjumlah sekitar 12 orang itu tak bersedia menyerah.

"Justru mereka menembaki kami, dan menyerang dengan bahan peledak."

Kendati, kata Agus Rianto, hanya satu peledak rakitan yang meledak.

Terjadi baku tembak yang menewaskan orang yang diduga Daeng Koro, sementara 11 orang lainnya berhasil meloloskan diri, dan masih dikejar.

Menurut laporan portal berita Tempo, baku tembak berlangsung pukul 15.30 Wita, selama sekitar 20 menit.

Di pihak polisi, tak ada yang terkena tembakan.

BBC belum bisa memperoleh keterangan mengenai kejadian ini dari pihak lain di lapangan.

Ditanya, apakah ada kaitan penyergapan ini dengan<link type="page"><caption> latihan militer TNI di Poso</caption><url href="Ternyata di sana memang ada kelompok bersenjata. Lalu, sekitar pukul 15.30 Wita, terjadi kontak senjata. Ketika terjadi kontak senjata kurang-lebih 20 menit, sebagian dari anggota kelompok bersenjata tersebut kabur. Sedangkan satu orang tewas. Kemudian pondok yang diduga menjadi tempat penyanderaan disterilkan." platform="highweb"/></link> yang oleh beberapa kalangan diduga merupakan bagian dari upaya mendesak kelompokSantoso, Agus Rianto menampik.

Ia menyebut, kerja sama selalu ada, namun masing-masing punya kewenangan sendiri-sendiri.

Kelompok Santoso diduga telah secara resmi menyatakan kesetiaan kepada kelompok yang menamakan diri negara Islam atau ISIS.