#TrenSosial: Geng motor Makassar akibat kemiskinan

geng motor makassar

Sumber gambar, TRIBUN TIMUR

Keterangan gambar, Polisi mengatakan aksi geng motor ini marak Desember dan Januari lalu dan kemudian muncul lagi.

Seorang pakar sosiologi di Makassar mengatakan geng motor dan tawuran yang menjadi masalah klasik di kota itu berakar dari kemiskinan.

Geng motor - yang sudah menjadi masalah tahunan di ibu kota Sulawesi Selatan ini- melibatkan anak-anak di bawah umur dan akar permasalahannya adalah kemiskinan, kata Mumammad Darwis, ketua jurusan sosiologi Universitas Hassanudin, Makassar.

Masalah geng motor dengan tagar #MakassarTidakAman sempat menjadi topik yang trending di Twitter Indonesia Senin (16/02).

"Akar permasalahannya adalah kemiskinan, kemudian ada yang tidak jalan di rumah tangga, dan menyelesaikannya harus melibatkan orang tua...Jadi selama ini masalah diselesaikan oleh pemadam kebakaran yang tidak memadamkan api," kata Darwis kepada BBC Indonesia.

Anak-anak yang terlibat dalam geng motor ini juga sering melakukan tawuran yang dilakukan di pemukiman padat, tambah Darwis.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Endi Sutendi, mengatakan "kriminal geng motor yang banyak menggunakan busur dalam aksinya" marak pada Desember sampai Januari lalu, dan sempat muncul kembali saat ini.

Aparat 'tak bisa hentikan'

"Yang melakukan pada umumnya adalah anak-anak remaja dengan melakukan penganiayaan, pencurian dan perampokan di minimarket," kata Endi.

Kepolisian

Sumber gambar, TRIBUN TIMUR

Keterangan gambar, Polisi melakukan razia di sekolah-sekolah Oktober lalu.

Endi mengatakan dalam dua minggu ini kepolisian mengadakan patroli dan razia dan melakukan penangkapan termasuk lebih dari 140 orang, akhir pekan lalu.

Kepolisian masih belum mengetahui motif di balik geng motor ini, kata Endi, namun menyatakan kemungkinan adalah "remaja yang ingin eksis, sekedar iseng atau karena masalah ekonomi."

reaksi di Twitter

Sumber gambar, TWITTER

Keterangan gambar, Tagar #MakassarTidakAman sempat trending di Indonesia Senin (16/02).

Endi mengklaim aksi ini telah berkurang menyusul razia dan penempatan polisi di tempat-tempat rawan.

Tetapi M Darwis mempertanyakan aparat yang ia sebutkan seolah "tidak bisa menghentikan" aksi kriminal ini.

Masyarakat kota Makassar sendiri menurutnya tidak banyak terganggu karena aksi atau tawuran lebih banyak terjadi di permukiman padat.

"Golongan kelas menengah tidak terganggu, namun bila aksi ini tumpah ke jalan raya, barulah terasa," tambahnya.