#TrenSosial: Tagar #boycottbali Australia dikritik netizen Indonesia

Sumber gambar, AFP GETTY IMAGES
Sejumlah warga Australia ramai-ramai mengancam akan memboikot Bali melalui tagar #boycottbali di Twitter sebagai protes hukuman mati terpidana narkoba.
Dua warga Asutralia, <link type="page"><caption> Andrew Chan dan Myuran Sukumaran</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/02/150217_eksekusi2_nusakambangan" platform="highweb"/></link>, termasuk dalam sekelompok narapidana narkoba yang akan dihukum mati, meski waktunya belum ditetapkan.
Akun @MrHumpheries mengatakan, 'Betapapun saya membenci narkoba, tetapi apa yang mereka lakukan dengan mengeksekusi dua orang dengan regu tembak adalah tindakan barbar. Saya akan boikot Bali dan Indonesia #boycottbali.'
'Hukuman mati bukanlah jawaban. Bali tidak akan mendapatkan uang turis saya. #BoycottBali #Bali9,' kata @petergraham.
'Ancaman boikot' ini mendapat kritik tajam oleh pengguna media sosial di Indonesia. Tagar #boycottbali menjadi salah satu topik terpopuler di Indonesia dan dipakai lebih dari 11.066 kali.
Reaksi berlebihan
Band punk Superman Is Dead dalam akun Facebook mereka mengatakan reaksi boikot "berlebihan" dan mengatakan bahwa Bali bisa "bertahan tanpa turis Australia".

Sumber gambar, TWITTER
"Mereka yang mengancam memboikot Bali mungkin tidak menyadari bahwa banyak orang Bali muak dengan perilaku sebagian turis Australia yang sangat tidak menghargai kami dan budaya kami. Sebagian menganggap hukum dasar negara ini bisa dipengaruhi oleh ancaman boikot."
SID mengatakan "sikap saling menghormati" dibutuhkan termasuk menghormati hukum di masing-masing negara.

Sumber gambar, AFP
Dari Twitter, akun @jarokepang mengatakan, 'Standar ganda, Australia dulu dukung hukuman mati Amrozi cs, sekarang tolak hukuman mati Bandar Narkoba.'
Lucy Wiryono (@lucywiryono) menulis, 'Gemes aja sih karena negara lain lihatnya semacam kita yang bad-guy dan si pelaku yang akan dieksekusi jadi kaya korban. Heloooo!'

Sumber gambar, AFP
Lainnya, dari akun @pangeransiahaan, 'Isu #boycottbali ini diselesaikan di Istora saja. Australia silakan milih jawaranya. Indonesia kan udah seleksi nasional kemarin.'












