#TrenSosial: Insiden Chapel Hill memicu kemarahan di media sosial

Deah Barakat, istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha, serta adik iparnya, Razan Mohammad Abu-Salha tewas ditembak seorang pria.

Sumber gambar, Twitter

Keterangan gambar, Deah Barakat, istrinya Yusor Mohammad Abu-Salha, serta adik iparnya, Razan Mohammad Abu-Salha tewas ditembak seorang pria.

Ribuan orang mengungkapkan kemarahan di internet dan media sosial karena liputan media terkait pembunuhan tiga mahasiswa Muslim di kota Chapel Hill, Amerika Serikat.

Pada mulanya tak banyak laporan terkait pembunuhan ini. Istri pria yang dituduh membunuh mengatakan serangan itu karena <link type="page"><caption> masalah tiket parkir dan bukan agama.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2015/02/150212_majalahlain_chapel_hill" platform="highweb"/></link>

Hingga Kamis (12/02) petang, tagar #ChapelHillShooting digunakan lebih dari 1.800.000 kali dan menjadi topik populer tidak hanya di Amerika Serikat namun juga di Inggris, Mesir, Arab Saudi dan termasuk Indonesia.

Tagar itu, menurut BBC Trending, dimulai oleh Abed A. Ayoub, seorang direktur kebijakan dan hukum Komite Amerikan-Arab Anti-Diskriminasi.

Tidak ada yang mempertanyakan

"Doakan keluarga para korban #ChapelHill. Kekerasan yang tidak masuk akal," katanya dalam kicauan pertama. Setelah tagar itu meluas, dia dan sejumlah pengguna Twitter lain mulai mempertanyakan kurangnya pemberitaan terhadap kasus ini.

Kenapa tidak ada orang yang menyebut #ChapelHillShooting adalah aksi terorisme? Apakah korban memiliki agama yang salah?" kicaunya kemudian.

Di Indonesia, sejumlah pengguna juga mengkritik. Anwar Jundiy lewat ‏@anwarjundiy88 misalnya mengatakan, "Dunia mengutuk aksi Charlie Hebdo karena dianggap teroris, tapi dunia BUNGKAM ketika muslim tertembak dalam kasus #ChapelHillShooting."

"Media luar saja yang islamophobia #ChapelHillShooting," kata Maulurus melalui ‏@maulindada.

Sementara itu, tagar #MuslimLivesMatter (Hidup Muslim Berarti) juga dipakai lebih dari 200.000 kali dalam 24 jam terakhir.

Kasus ini kini telah masuk dalam pemberitaan di media lokal dan media internasional. Sementara tersangka pembunuh Craig Stephen Hicks telah ditahan.