Kotak hitam sudah dideteksi, tapi 'belum ditemukan'

Tim Basarnas dan otoritas terkait akan melanjutkan pencarian fisik kotak hitam atau black box pesawat AirAsia di lokasi yang telah dideteksi sebelumnya, Senin (12/01) pagi.
Mereka akan menerjunkan tim penyelam serta menyiapkan alat khusus untuk memudahkan pencarian dan pengambilannya, kata Deputi Operasi Basarnas Marsekal Pertama SB Supriyadi.
"Kita mencoba lagi membuktikan dari hasil-hasil deteksi sonar, itu kita buktikan dengan penyelaman kembali," kata Supriyadi kepada wartawan BBC Indonesia, Minggu (11/01) petang.
Setelah dideteksi ada sinyal benda metal yang diyakini adalah kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501, tim Basarnas dan otoritas terkait telah menerjunkan tim penyelam ke lokasi tersebut, hari Minggu (10/01).
Tetapi menurut Supriyadi, upaya penyelaman dua kali belum membuahkan hasil dan dihentikan karena faktor cuaca dan gelombang.
'Harus diverifikasi'
Sebelumnya, ada optimisme kotak hitam itu akan segera ditemukan fisiknya setelah sejumlah kapal telah mendeteksi bunyi 'ping' di lokasi yang berjarak setidaknya 700 meter dari lokasi penemuan ekor pesawat AirAsia.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, BPPT, yang dilibatkan dalam proses mendeteksi kotak hitam, adalah salah-satu pihak yang telah mendeteksi posisi kotak hitam.

Sumber gambar, Getty
"Suara 'pink' itu terdengar, cuma harus diverifikasi. Kita nggak mau gegabah. Jangan sampai, kita mengatakan lokasinya itu, lalu salah," kata Kepala BPPT Unggul Priyanto, Minggu (11/01) siang di kantornya.
Bagaimanapun, bagian ekor pesawat AirAsia telah dibawa ke pelabuhan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk nantinya diteliti.
Sementara upaya pencarian korban AirAsia lainnya dan kotak hitam tetap dilanjutkan.










