Cuaca buruk hambat pencarian kotak hitam

AirAsia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ekor QZ8501 berhasil diangkat Sabtu (10/01), namun kotak hitam tidak ada pada bagian tersebut

Cuaca buruk di Selat Karimata dan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, hambat pencarian kotam hitam pesawat AirAsia QZ8501.

"Kita belum mendapatkan laporan yang baik karena sudah dilakukan penyelaman tapi hasilnya nihil," kata Deputi Operasi Basarnas Marsekal Pertama SB Supriyadi saat dihubungi BBC Indonesia Minggu (11/01) sore.

Selain itu, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi, juga menegaskan hal yang sama melalui pesan pesan singkat kepada BBC Indonesia.

Sementara itu, Kepala BPPT Unggul Priyanto mengatakan pihaknya meyakini telah berhasil mendeteksi posisi kotak hitam berdasarkan bunyi 'ping' di lokasi penemuan bagian ekor pesawat, Sabtu (10/01) kemarin.

"Karena itu, kita punya keyakinan bahwa kotak hitam ada di situ. Tapi sekali lagi, kepastian yang betul pasti setelah diambil oleh penyelam," kata Unggul.

Sebelumnya, Basarnas mengatakan <link type="page"><caption> tiga kapal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150111_airasia_pings_terdengar" platform="highweb"/></link> mendeteksi bunyi 'ping' di area ditemukannya ekor pesawat AirAsia QZ8501.

Namun, hingga Minggu sore baik KNKT maupun Basarnas belum bisa mengonfirmasi apakah bunyi 'ping' tersebut benar-benar berasal dari kotak hitam QZ8501.