Tim DVI identifikasi 16 jenazah korban AirAsia QZ8501

Sumber gambar, EPA
Tim identifikasi korban bencana (DVI) kembali mengidentifikasi tiga korban pesawat AirAsia QZ 8501, yaitu Indra Yulianto, Hindarto Halim dan Brian Youvito.
Dengan demikian, <link type="page"><caption> tim identifikasi Polda Jatim</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150104_airasia_dvi_4jan" platform="highweb"/></link> telah mengindentifikasi 16 jenazah dari 37 jenazah yang ditemukan sampai Selasa (06/01) siang.
"Sampai hari ini, kita telah berhasil mengidentifikasi 16 jenazah dari 37 jenazah yang sudah ada di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Kepala DVI Polda Jatim, Kombes Pol Budiono, di Surabaya, Selasa (06/01) siang.
Ketiga korban yang telah diidentifikasi adalah Indra Julianto, berusia 51 tahun asal Probolinggo. Adapun korban kedua adalah Hindarto Halim, 61 tahun asal Surabaya.
Pria 19 tahun
Sedangkan korban ketiga yang bisa diidentiifikasi adalah Jou Brian Youvito yang berusia 19 tahun dan tinggal di Surabaya.
"Jadi untuk sementara pagi ini ada tiga jenazah yang dapat kita identifikasi, dan kami dalam proses menyerahkan pada keluarga yang berhak," kata Budiono.

Sumber gambar, Reuters
Sejauh ini, tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara dibantu oleh tenaga ahli dari lima negara, termasuk dari Uni Emirat Arab.
Sebelumnya, tim dengan spesialisasi di bidang forensik, DNA, dan sidik jari ini telah dibantu ahli dari Singapura, Korea Selatan, Australia, dan Malaysia.










