#TrenSosial: Tayangan jenazah TVOne menjadi 'pelajaran' dalam peliputan

Sumber gambar, Getty
Tayangan jenazah yang ditampilkan TVOne dalam peliputan jatuhnya AirAsia QZ8501 menjadi pelajaran berharga dalam penyiaran berita tragedi, menurut wakil pemimpin redaksi Totok Suryanto.
Tayangan yang tidak dikaburkan pada hari kedua pencarian AirAsia QZ8501 itu menimbulkan kritikan <link type="page"><caption> termasuk di media sosial.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141230_trensosial_livepage_3rdday" platform="highweb"/></link>
Totok mengatakan TVOne mendapatkan peringatan dari Komisi Penyiaran Indonesia agar lebih berhati-hati dalam menyiarkan laporan evakuasi AirAsia8501 yang jatuh dalam perjalanan dari Surabaya ke Singapura hari Minggu (29/12).
"TVOne memperoleh pelajaran bahwa ada yang perlu dijaga untuk menjaga perasaan keluarga... Dalam proses evakuasi pesawat terdapat gambar yang tidak pantas kami siarkan kepada publik," kata Totok kepada BBC Indonesia.

Sumber gambar, BBC World Service
Ketua KPI, Juda Riksawan mengatakan peliputan jatuhnya AirAsia itu merupakan 'pendorong akan perlunya dikeluarkannya kompetensi wartawan penyiaran."
"Dalam bidang penyiaran, belum ada standar kompetensi untuk jurnalis... Berbeda dengan Dewan Pers yang memiliki standar untuk wartawan cetak. Kapan seorang wartawan penyiaran bisa melakukan pemberitaan live, standarnya seperti apa misalnya. Ini belum ada, dan ini yang menyebabkan semua ini terjadi," kata Juda.

Sumber gambar, BBC World Service
Sementara itu, Totok Suryanto mengatakan TVOne mendapatkan "pelajaran yang amat sangat banyak" terkait peliputan jatuhnya pesawat ini.
"Dampaknya rating bagus, tetapi bukan itu yang kami kehendaki," kata Totok.











