AirAsia QZ8501: Panglima TNI ajak keluarga korban tabur bunga di lokasi

moeldoko-sutarman

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Jenderal Moeldoko, kiri, menyediakan dua pesawat untuk membawa keluarga ke lokasi jatuhnya pesawat

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan ia telah menawarkan untuk membawa keluarga korban AirAsia QZ8501 untuk tabur bunga di lokasi yang diyakini menjadi lokasi jatuhnya pesawat.

Pernyataan itu disampaikan Moeldoko dalam konferensi pers bersama Kapolri Jenderal Sutarman di pos <link type="page"><caption> Disaster Victim Identification (DVI)</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150104_airasia_4januari" platform="highweb"/></link> di Mapolda Jawa Timur, Senin (05/01).

"Saya sampaikan kepada keluarga korban, apabila mau, maka Panglima TNI menyiapkan akomodasi pesawat Hercules C130 dan pesawat CN295 dari Surabaya ke Pangkalan Bun. Dari Pangkalan Bun akan kita angkut dengan kapal perang, KRI, kita bawa ke lokasi yang menjadi titik perhatian pencarian untuk tabur bunga," kata Moeldoko.

Tawaran itu, menurutnya, karena ia yakin hal itu bisa mengurangi rasa kesedihan atau rasa kehilangan.

Identifikasi bisa dilakukan

Upaya pencarian korban kecelakaan pesawat Airbus 320-200 rute Surabaya-Singapura itu terus berjalan meski didera cuaca buruk dan gelombang setinggi hingga empat meter. Badan SAR Nasional mengatakan semakin lama jenazah berada di air, maka proses dekomposisi semakin cepat dan bukan tidak mungkin mempersulit proses identifikasi.

Namun Kapolri Jenderal Sutarman mengutarakan janjinya bahwa semua korban yang ditemukan dalam kondisi apa pun bisa diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga.

"Kami butuh waktu untuk identifikasi. Kalau misalnya sidik jarinya masih utuh, identifikasi dalam hitungan menit bisa dilakukan, tapi jika sudah tinggal kerangka maka identifikasi dilakukan dengan catatan gigi dan kita sudah temukan 60 catatan gigi penumpang," kata Sutarman.

Metode lain bisa dilakukan dengan deteksi DNA tulang yang membutuhkan waktu sekitar tiga minggu.

"Tetapi tidak ada alasan untuk tidak teridentifikasi.. Apalagi DVI diperkuat oleh 260 dokter ahli, dibantu dokter asing untuk membantu identifikasi," tukasnya.