Cari kotak hitam, Basarnas mulai libatkan penyelam

Sumber gambar, EPA
Kepala Basarnas, Bambang Soelistyo, mengatakan pihaknya menambah wilayah pencarian korban, serpihan badan pesawat dan kotak hitam (black box) AirAsia QZ 8501 di perairan Selat Karimata.
<link type="page"><caption> Perluasan wilayah pencarian ini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150104_airasia_4januari" platform="highweb"/></link>, yang dimulai Selasa (06/01) pagi, melibatkan sejumlah kapal laut yang memiliki alat dan sistem pencari obyek di bawah permukaan laut.

Sumber gambar, Getty
"Dengan sasaran korban utamanya dan serpihan pesawat yang terbawa atau mengapung dan terbawa oleh arus," kata Bambang Soelistyo dalam jumpa pers, Selasa (06/01) pagi di Jakarta.
Memasuki hari ke-10 proses pencarian, menurutnya, tim SAR gabungan juga memprioritaskan pencarian kotak hitam.
"Hari ini cuaca bersahabat, mulai jam 06.05 WIB, tim mulai bekerja, dan mulai ada penyelam turun," ungkap Bambang.

Sumber gambar, Reuters
Sejauh ini, pihaknya telah mengangkat 37 <link type="page"><caption> jasad korban AirAsia QZ8501 </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2015/01/150102_airasia_pencarian_jasad" platform="highweb"/></link>dari wilayah di sekitar Selat Karimata.
Menurut Bambang, ada lima kapal yang dilibatkan dalam perluasan wilayah pencarian antara lain KRI Hasanuddin, KRI Usman Harun, KN Geosurvei, dan KN Baruna Jaya, serta dua kapal dari Singapura.
"Mereka akan bahu membahu dengan kemampuan alat sistem sonar," kata Bambang.










