AirAsia tegaskan pilot QZ8501 'cukup berpengalaman'

Sumber gambar, Getty
Pimpinan maskapai penerbangan AirAsia mengatakan, pilot yang menerbangkan pesawat AirAsia QZ8501 yang dinyatakan hilang merupakan "pilot yang cukup berpengalaman".
Presiden Direktur PT AirAsia Indonesia, Sunu Widiatmoko, mengatakan, pilot Iriyanto cukup berpengalaman karena "telah mengoleksi 20.537 jam terbang".
Hal itu dinyatakan Sunu Widiatmoko dalam jumpa pers di Crisis Centre di Bandara Juanda, Surabaya, Minggu (28/12) malam.
Dia juga mengatakan kondisi pesawat buatan tahun 2008 itu dalam kondisi laik jalan. "Itu sebabnya kami mengantongi izin dari regulator penerbangan," kata Sunu.
Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak dan diperkirakan hilang di perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Belitung dengan kontak terakhir sekitar pukul 06.17 WIB, Minggu (28/12).
AirAsia QZ8501 tersebut hilang dalam <link type="page"><caption> penerbangan dari Surabaya menuju Singapura</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_keluarga_gunawan_airasia" platform="highweb"/></link> dengan <link type="page"><caption> membawa 155 penumpang dan tujuh awak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/12/141228_trensosial_airasia_livepage" platform="highweb"/></link>.
'Terkejut dan sedih'
Sejauh ini otoritas terkait dan dibantu <link type="page"><caption> TNI menyatakan terus melakukan pencarian</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_update_pencarian_airasia" platform="highweb"/></link>, meskipun pencarian ditunda pada Minggu (28/12) malam dan akan dilanjutkan Senin (29/12) pagi.
Dalam keterangan pers, maskapai penerbangan AirAsia menyatakan terkejut dan sedih terhadap insiden ini.

Menurut Sunu, pihaknya akan membantu sepenuhnya otoritas terkait untuk menyelidiki kejadian yang menimpa pesawat AirAsia QZ8501.
"Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk mendukung otoritas terkait dalam melakukan penyelidikan. Dan di sisi lain, prioritas kami sekarang adalah memberitahu informasi terbaru kepada keluarga korban baik penumpang atau awak pesawat."










