TNI kerahkan kapal dan pesawat cari pesawat AirAsia

Sumber gambar, Reuters
Tentara Nasional Indonesia turut membantu mencari mencari pesawat AirAsia QZ8501 yang diperkirakan hilang di perairan antara Pulau Kalimantan dan Pulau Belitung.
Selain mengerahkan empat pesawat udara yang diterbangkan dari Halim Perdanakusuma, Bogor dan Pontianak, TNI juga akan mengerahkan empat kapal laut untuk membantu proses pencarian.
Wartawan BBC Indonesia, Rizki Washarti yang telah berada di pusat Crisis Centre di Bandara Internasional Juanda Surabaya, mengatakan TNI akan mengerahkan setidaknya empat pesawat terbang.
"Dua pesawat terbang akan diterbangkan dari Halim Perdanakusuma, dua dari Bogor, serta dua lagi dari Pontianak," kata Rizki.
Sementara TNI Angkatan Laut akan mengerahkan KRI Sutedi Senaputra, KRI Kodak, KRI Pattimura, dan KRI Sultan Hasanuddin.

Sumber gambar, Reuters
Pencarian juga dilakukan melalui darat yakni di antara sekitar wilayah Palembang dan Belitung, Sampit dan Pontianak yang melibatkan TNI Angkatan Darat.
Fokus pencarian di sekitar Tanjung Pandan-Pontianak
Pesawat <link type="page"><caption> AirAsia QZ8501 hilang kontak dan diperkirakan hilang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_airasia_haluan_ubah" platform="highweb"/></link> di perairan antara Kalimantan dan Belitung dengan kontak terakhir sekitar pukul 06.17 WIB, Minggu (28/12).
AirAsia QZ8501 tersebut hilang dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura dengan membawa 155 penumpang dan tujuh awak.
Sebelumnya Badan SAR Nasional <link type="page"><caption> telah menurunkan enam unit kapal dan kapal navigasi </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141228_airasia_surabaya_singapura" platform="highweb"/></link>dari Direktorat Perhubungan Laut.
"Semakin banyak yang mencari, semoga semakin cepat upaya pencarian ditemukan," kata Direktur Utama Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmodjo, Minggu (28/12), seperti dikutip sejumlah media di Jakarta.
Pencarian, lanjut Djoko Murjatmodjo, untuk sementara akan difokuskan di wilayah perairan sekitar Tanjung Pandan dan Pontianak, yang disebut sebagai titik pesawat AirAsia 8501 dinyatakan hilang kontak.










