#TrenSosial: Cerita rakyat Simeuleu yang menyelamatkan warga dari tsunami

Sumber gambar, KOMUNITAS SIAR SMONG
Menjelang peringatan 10 tahun tsunami yang melanda Aceh, sejumlah kalangan menyerukan pentingnya membangkitkan cerita rakyat Simeulue yang menyelamatkan warga dari hantaman gelombang besar.
Komunitas Siar Smong di antaranya berupaya menyebarkan arti penting cerita rakyat ini dengan mengadakan tur keliling Bali pada 22 dan 23 Desember 2014 dalam rangkaian peringatan 10 tahun tsunami.
Sementara peneliti dari Universitas Rikko, Jepang, Dr Yoko Takafuji, mengadakan sosialiasasi ke sejumlah sekolah di Jakarta terkait arti penting Smong.
Pulau Simeulue merupakan daerah yang paling dekat dengan pusat gempa berkuatan 9,1 pada skala Richter dengan gelombang tsunami yang menewaskan sekitar 228.000 jiwa di 14 negara.
'Tsunami air mandiku'
Aceh mencatat korban jiwa terbesar sebanyak 160.000 jiwa, namun di Simeulue, tercatat tujuh korban jiwa.
Aktivis Komunitas Siar Smong, Yoppi Andri mengatakan kecilnya jumlah korban jiwa di pulau itu karena warga Simeulue -dengan bekal pengetahuan lokal- lari ke bukit dan banyak yang selamat.

Sumber gambar, KOMUNITAS SIAR SMONG
"Hanya ada tujuh orang yang meninggal," kata Yoppi Andri kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.
Warga Simeulue menyebutnya tradisi lokal itu sebagai nandong, sebuah tradisi bertutur yang dimainkan oleh suara, gendang, dan biola untuk menyampaikan pesan. "Pesan paling popular adalah smong, istilah warga lokal untuk tsunami."

Sumber gambar, iim fahima
"Pesannya adalah ketika gempa datang disusul air yang surut segera cari dataran tinggi agar selamat. Karena masyarakatmu sering dihantam gempa, petir, terciptalah sebuah syair: tsunami itu air mandiku, gempa ayunanku, petir gendang-gendangku, halilintar lampu-lampuku."
Orang Indonesia mudah lupa bencana

Sumber gambar, komunitas smong
Yoppi mengatakan syair tersebut muncul karena para leluhur mereka telah belajar dari tsunami yang melanda pada 1833 dan 1907. Syair ini kemudian disampaikan ke anak dan cucu lewat nyanyian, cerita menjelang waktu tidur, dan bahkan ketika sedang makan bersama.
Yoppi sendiri ketika itu sedang berada di Banda Aceh. "Saya sudah firasat karena smong sudah diceritakan turun temurun, saya ajak teman-teman saya lari!"

Sumber gambar, Iim Fahima
Sementara itu pertengahan Desember lalu, Dr Yoko Takafuji, mensosialisasikan peran cerita rakyat ini di sekolah-sekolah di Jakarta.
Iim Fahima Jachja, CEO Virtuco, perusahaan digital business solution, di Jakarta, yang menemani Yoko menyebarkan cerita rakyat ini mengatakan sosialisasi perlu dilakukan karena orang Indonesia mudah lupa bencana.
"Sosialisasi ini diarahkan kepada anak-anak sehingga mereka bisa ingat. Anak-anak sangat antusias mendengar dongeng rakyat ini" kata Iim.
"Kearifan lokal ini perlu disebar luaskan karena orang Indonesia mudah lupa bencana," tambahnya.









